Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik

Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik.(foto: Merahputih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - LAHIR dari sebuah keresahan perihalnya banyaknya limbah elektronik yang selalu berserakan di rumah hingga mengganggu pandangan. Dari keresahan itulah terbangun sebuah program untuk mengumpulkan sampah elektronik atau e-waste. Diketahui, e-waste, seperti kabel, baterai, dan ponsel rusak, merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Oleh karena itu, perusahaan infrastruktur e-waste sirkular EwasteRJ bersama Acer Indonesia resmi meluncurkan program Sayang Bumi 2026 di Ruang Serba Guna SMAN 82, Jakarta Selatan, Kamis (11/6). Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.

Melalui program tersebut, 50 SMA di wilayah Jabodetabek ditargetkan berkompetisi mengumpulkan sampah elektronik. Target pengumpulan ditetapkan sebesar 5 ton atau 5.000 kilogram hingga November 2026.

Peluncuran Sayang Bumi 2026 juga bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran siswa terhadap bahaya limbah elektronik yang masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun.

Baca juga:

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Anugerahkan Kalpataru Lestari untuk Pejuang Hijau


Untuk menjaga akuntabilitas, seluruh sampah elektronik yang dikumpulkan siswa melalui dropbox permanen akan ditimbang dan dicatat. Limbah tersebut kemudian dialirkan langsung ke fasilitas daur ulang berizin resmi yang bermitra dengan EwasteRJ.

Founder dan CEO EwasteRJ Rafa Jafar mengatakan gerakan ini berangkat dari keresahan ia sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia melihat banyak perangkat elektronik rusak hanya disimpan di rumah karena masyarakat tidak memiliki wadah pembuangan yang aman.

"Menjaga komitmen ini sedari saya kecil sampai saya lulus kuliah sekarang merupakan tantangan besar, tapi hari ini keresahan itu bertransformasi menjadi sistem nyata di 50 sekolah," kata Rafa.

Program Sayang Bumi 2026 menjadi langkah awal yang penting sebelum aturan pemilahan sampah di Jakarta diperketat. Sekolah dapat mengambil peran lebih cepat dalam menangani limbah elektronik yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan.

Rafa Jafar, Founder dan CEO EwasteRJ



Program Sayang Bumi 2026 berlangsung 55 hari sebelum Pemprov DKI memperketat aturan pemilahan sampah dan menghentikan praktik open dumping per 1 Agustus nanti. "Ketika kota baru bersiap fokus pada sampah organik dapur, sekolah-sekolah ini sudah curi start mengamankan limbah B3 elektronik yang jauh lebih berbahaya bagi air tanah Jakarta. #SayangBumi bukan lagi program, ini masa depan yang kita jemput hari ini," ucapnya.

Sementara itu, President Director of Acer Indonesia, Leny Ng, mengatakan keterlibatan sekolah menjadi strategi penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Menurut dia, generasi muda perlu dilibatkan secara langsung agar mampu memimpin perubahan dalam pengelolaan limbah elektronik.

Selama enam tahun, program Sayang Bumi telah membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari langkah kolektif yang konsisten.

"Tahun ini kami memilih hadir di sekolah karena kami percaya bahwa generasi yang tumbuh dengan kesadaran lingkungan adalah generasi yang akan menentukan seperti apa bumi ini dua puluh hingga tiga puluh tahun ke depan. Ini bukan sekadar program, melainkan undangan bagi anak-anak muda Indonesia untuk memimpin perubahan, bukan menunggu orang lain melakukannya," ujar Leny.

Leny mengatakan Acer ingin mendorong lebih banyak anak muda agar terlibat dalam pengelolaan limbah elektronik secara bertanggung jawab.

"Di saat yang bersamaan juga membangun kesadaran bahwa langkah kecil bisa membawa dampak untuk bumi," pungkasnya.(Asp)


Baca juga:

Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan

#Sampah #Sampah Elektronik #Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Indonesia
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Wilayah sekitar Jakarta seperti Tangerang dan Bekasi dapat menjadi salah satu opsi lokasi pengelolaan sampah.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, DPRD Buka Opsi Buangan Hotel hingga Restoran Dikelola di Luar
Indonesia
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut Jakarta menghasilkan lebih dari 9.000 ton sampah per hari. Gerakan pilah sampah naik menjadi 23,14 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Pramono Anung Ungkap Jakarta Hasilkan 9.000 Ton Sampah per Hari, Gerakan Pilah Mulai Berdampak
Indonesia
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Program ini untuk perubahan perilaku dan fokus penanganan sampah dari sumber sampah serta perbaikan tata kelola sampah terintegrasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemkot Solo Dapat Hibab Rp 107 Miliar Buat Tangani Sampah Dari Hulu Sampai Hilir
Indonesia
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
. Setiap pihak yang menghasilkan, mengangkut, maupun mengelola sampah harus dapat mempertanggungjawabkan alur penanganannya.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Enam Perusahaan Penyedia Jasa Kebersihan Disanksi Denda Rp 10 Juta akibat tak Sesuai Izin
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Indonesia
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Penindakan tersebut merupakan bagian dari penataan sistem pengangkutan sampah sehingga setiap penyedia jasa bekerja secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Jakarta Cuma Dikenai Sanksi Denda Rp 10 Juta
Indonesia
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Bank Jakarta membangun dua biodigester di Jakarta Utara. Biodigester itu bisa mengolah hingga 500 kg sampah per hari.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
Indonesia
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pengelolaan sampah Jakarta mencapai 100 persen pada 2028 dengan sistem pilah, angkut, dan olah.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 10 Agustus 2026
Jakarta Kejar Target Zero Dumping 2028, Pramono Ubah Total Pola Pengelolaan Sampah
Bagikan