Tiongkok Geram Trump Tanda Tangani RUU Perjalanan AS-Taiwan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 17 Maret 2018
Tiongkok Geram Trump Tanda Tangani RUU Perjalanan AS-Taiwan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA FOTO/REUTERS/Eric Thayer)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (17/3) menandatangani undang-undang yang mendorong Amerika Serikat untuk mengirim pejabat senior ke Taiwan bertemu rekan-rekan Taiwan dan sebaliknya.

Keputusan tersebut membuat marah Tiongkok yang memandang pulau yang memiliki pemerintahan sendiri terdebut sebagai pembangkang.

Rancangan undang-undang, yang tidak mengikat, akan mulai berlaku pada Sabtu pagi, bahkan jika Trump tidak menandatanganinya, demikian Gedung Putih.

Langkah tersebut menambah ketegangan antara kedua negara pada perdagangan, karena Trump telah memberlakukan tarif dan meminta Tiongkok untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangannya yang besar dengan AS, bahkan saat Washington bergantung pada Beijing untuk membantu menyelesaikan ketegangan dengan Korea Utara.

Pada Jumat pagi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang mengulangi pernyataan bahwa Beijing menentang undang-undang tersebut dan mendesak AS mematuhi kebijakan "satu China", yang menetapkan bahwa Taiwan adalah bagian dari Tiongkok, dan menghentikan pertukaran resmi dengan Taiwan.

Dalam sebuah pernyataan setelah Trump menandatangani rancangan undang-undang tersebut, kedutaan besar Tiongkok mengatakan bahwa pasal-pasal undang-undang tersebut "sangat melanggar prinsip satu-China, landasan politik hubungan China-AS." "China sangat tidak puas dengan hal itu dan dengan tegas menentangnya," demikian pernyataan tersebut seperti dilansir Antara, menambahkan bahwa AS harus "berhenti mengejar hubungan resmi dengan Taiwan atau memperbaiki hubungan saat ini dengan Taiwan secara substantif."

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengucapkan terima kasih atas "langkah ramah" pemerintah Trump, dengan mengatakan bahwa pemerintah akan terus memperdalam kerja sama dan kemitraannya dengan AS di semua tingkat.

AS tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan, namun diwajibkan oleh undang-undang untuk membantunya dalam pertahanan negaranya dan menjadi sumber utama senjata di pulau itu.

Douglas Paal, yang bertugas sebagai perwakilan AS untuk Taiwan dari 2002 hingga 2006, mengatakan bahwa undang-undang tersebut tidak mengubah apapun secara nyata karena tidak mengikat. Pemerintahan AS sudah memiliki wewenang untuk mengizinkan kunjungan pejabat senior Taiwan dan kunjungan pejabat senior AS serta perwira militer ke Taiwan, katanya.

"Mereka tidak mengizinkan perjalanan ini karena keputusan kebijakannya adalah bahwa biaya dalam hubungan dengan Tiongkok akan lebih besar daripada manfaatnya dalam hubungan dengan Taiwan," kata Paal.

Rancangan undang-undang tersebut, yang disahkan oleh Kongres bulan lalu, mengatakan bahwa seharusnya menjadi kebijakan AS untuk mengizinkan kunjungan di semua tingkat. Pejabat tinggi Taiwan harus diizinkan memasuki AS "di bawah persyaratan yang terhormat" untuk bertemu dengan pejabat AS, sementara perwakilan ekonomi dan budaya Taiwan harus didorong untuk melakukan bisnis di AS.

Permusuhan Tiongkok terhadap Taiwan telah meningkat sejak terpilihnya Presiden Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratik pro-kemerdekaan, pada 2016.

Tiongkok mencurigai Tsai ingin mendorong kemerdekaan formal, yang akan melewati garis merah bagi pemimpin Partai Komunis di Beijing, meskipun Tsai telah mengatakan bahwa dia ingin mempertahankan status quo dan berkomitmen untuk menjamin perdamaian.

Pasukan nasionalis yang terkalahkan melarikan diri ke Taiwan pada 1949, setelah kalah terhadap pasukan komunis pada perang sipil Tiongkok. (*)

#Tiongkok #Donald Trump #Taiwan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Bagikan