Tiongkok Berang Kenaikan Anggaran Militernya Dianggap Ancaman oleh AS dan Inggris
Pasukan militer setelah melaksanakan tugas pengamanan pada Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China (CPC) pada Oktober 2022. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)
MerahPutih.com - Negeri Tirai Bambu mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan pada 2023 sebesar 7,2 persen menjadi 224,79 miliar dolar AS (sekitar 3,4 kuadriliun) pada pembukaan Sidang Tahunan Kongres Rakyat Tiongkok di Beijing, Minggu (5/3).
Otoritas Tiongkok menentang keras peningkatan anggaran militernya dijadikan alasan bagi Amerika Serikat (AS) dan Inggris untuk menaikkan anggaran militer kedua negara tersebut.
"Tiongkok selalu menjadi negara yang membangun perdamaian global dan mendukung tatanan internasional, bukan tantangan bagi negara lain," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok Kolonel Senior Tan Kefei kepada pers di Beijing, Kamis (30/9).
Baca Juga:
WHO Nyatakan Anak dan Remaja Sehat Tidak Perlu Vaksin COVID-19
Pada awal Maret, Gedung Putih merilis pengajuan anggaran militer pada tahun fiskal 2024 sebesar 886 miliar dolar AS yang terdiri dari 842 miliar dolar AS untuk Pentagon dan 44 miliar dolar AS untuk program terkait pertahanan di departemen lain.
Anggaran militer AS tersebut bertambah sekitar 28 miliar dolar AS dibandingkan pada 2023.
Washington menyatakan bahwa kenaikan anggaran militer tersebut digunakan untuk mengatasi tantangan keamanan dari Moskow dan Beijing.
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak juga berjanji akan menaikkan anggaran militer negara itu sebesar 6 miliar dolar AS dalam dua tahun mendatang untuk merespons peningkatan kekuatan militer Rusia dan Tiongkok.
Baca Juga:
Masih Pakai Batu Bara, Jepang Enggan Ikutin G-7 Percepat Nol Persen Emisi
Menurut Tan, selama bertahun-tahun AS membanggakan diri sebagai negara dengan anggaran militer tertinggi di dunia serta telah memulai peperangan dan kekacauan di seluruh dunia.
"AS ancaman terbesar bagi perdamaian, keamanan, dan stabilitas global," kata pejabat militer Tiongkok itu, seperti dikutip Antara.
Tan pun mendesak Inggris bersikap objektif dan rasional dalam memandang Tiongkok dengan tidak menyebutnya sebagai ancaman.
Tiongkok juga mementang AS dan Inggris yang menghibahkan teknologi kapal selam nuklir kepada Australia karena dianggap sebagai manifestasi dari mentalitas Perang Dingin. (*)
Baca Juga:
PM Singapura Lakukan Lawatan 6 Hari ke Tiongkok
Bagikan
Berita Terkait
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China