Merahputih.com - Sejarah mencatat hanya delapan negara berhasil memenangkan turnamen bergengsi Piala Dunia FIFA sejak kompetisi perdana bergulir pada 1930.
Meskipun format turnamen mengalami banyak perubahan, Piala Dunia selalu melahirkan satu tim tangguh pengangkat trofi berlapis emas murni tersebut.
Baca juga:
Hingga edisi ke-22, peta kekuatan sepak bola dunia masih berpusat pada negara-negara Amerika Latin dan Eropa. Pengamat sepak bola internasional mencatat dominasi ini menciptakan rivalitas sengit antarbenua setiap empat tahun sekali.
Penguasa Mutlak dan Kejayaan Para Raksasa
Koleksi trofi emas menjadi bukti sahih dominasi kekuatan sepak bola Amerika Latin dan Eropa Barat. Brasil memimpin rantai makanan sepak bola dunia dengan torehan tinta emas paling mentereng sepanjang sejarah turnamen.
Baca juga:
Terungkap! 10 Pemain Terkaya di Piala Dunia 2026, Nomor 1 Punya Harta Rp 24 Triliun
Distribusi trofi emas sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen sejak 1930:
-
Brasil: 5 Trofi (1958, 1962, 1970, 1994, 2002)
-
Italia: 4 Trofi (1934, 1938, 1982, 2006)
-
Jerman: 4 Trofi (1954, 1974, 1990, 2014)
-
Argentina: 3 Trofi (1978, 1986, 2022)
-
Uruguay: 2 Trofi (1930, 1950)
-
Prancis: 2 Trofi (1998, 2018)
-
Inggris: 1 Trofi (1966)
-
Spanyol: 1 Trofi (2010)
Drama Babak Final dan Catatan Sejarah Unik
Setiap edisi selalu menyisakan cerita dramatis, mulai dari kemunculan remaja berusia 17 tahun bernama Pelé pada edisi 1958, hingga gol tangan tuhan Diego Maradona tahun 1986.
Paling ikonik tentu saja keberhasilan Lionel Messi menyempurnakan karier sepak bola profesional melalui drama adu penalti menegangkan melawan Prancis di Qatar.

Catatan menarik seputar pencapaian para juara dunia:
-
Jerman: Pemegang rekor penampilan final terbanyak dengan total delapan kali laga puncak (empat kali menang, empat kali kalah).
-
Prancis: Negara tuan rumah terakhir meraih gelar juara dia depan publik sendiri pada edisi 1998 silam.
-
Inggris: Geoff Hurst menjadi satu dari dua pemain mencetak hat-trick pada laga final, sekaligus satu-satunya pemain memenangi laga lewat torehan tiga gol tersebut.
-
Spanyol: Meraih gelar juara perdana dengan rekor unik, selalu menang bermodal skor tipis 1-0 sejak babak gugur hingga laga final.

