Media Sosial

Tingkatkan Penjualan Bisnis Lewat Telegram Ad Platform

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 30 November 2021
Tingkatkan Penjualan Bisnis Lewat Telegram Ad Platform

Dapat membantu mengembangkan bisnismu. (Foto: Gizchina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBAGAI pemilik bisnis, kamu pasti pernah menghadapi berbagai tantangan dan rintangan dalam kinerja selama pandemi COVID-19. Mulai dari omzet yang menurun, kesulitan bahan baku usaha akibat pemberlakuan PPKM, hingga menurunnya permintaan barang secara drastis.

Seiring dengan situasi COVID-19 di Indonesia yang semakin membaik, kamu ingin mempersiapkan kembali strategi bagaimana menumbuhkan kembali bisnis pasca-pandemi. Telegram Ad Platform menjadi salah satu pilihan terbaik yang bisa mendorong pertumbuhan penjualan dengan membuat dan mempromosikan produk atau channel (saluran) di Telegram melalui iklan.

Telegram Ad Platform merupakan sebuah medium untuk membuat pesan bersponsor di channel publik dengan lebih dari 1.000 pelanggan.

Dengan platform ini, kamu dengan mudah mengelola iklan dan anggaran, memilih di mana iklan ditampilkan, hingga memantau performa iklannya. Karena baru meluncur di Indonesia, semua pemilik bisnis sekarang dapat meningkatkan kinerja penjualan mereka dengan meningkatkan jangkauan ke channel melalui iklan.

Baca juga:

Strategi Bisnis Kuliner di Masa Pandemi, Dijamin Laris Manis


Ada pun beberapa cara untuk menggunakan Telegram Ad Platform ini, yaitu kamu harus memiliki akun Telegram terlebih dahulu. Setelah itu, masukkan nomor telepon akun di halaman login, dan kamu langsung menerima pesan di Telegram (dari akun layanan terverifikasi kami) untuk mengonfirmasi login ke platform.

Saat masuk di Telegram, kamu bisa melanjutkan dengan Akun Pribadi atau membuat sebuah Organisasi. Organisasi dibangin di sekitar Grup dan Channel Telegram yang memungkinkan kamu mengelola iklan.

Setelah itu, klik Buat Iklan Baru dan kamu akan melihat template yang harus diisi, seperti Judul, Teks, dan URL pada iklan. Semua tautan yang disertakan dalam bidang Teks dan URL harus terhubung ke saluran atau bot di Telegram, menggunakan format t.me/link atau @link.

Baca juga:

Bisnis Ikan Discus Tembus Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Tingkatkan Penjualan Bisnis Lewat Telegram Ad Platform
Kamu dengan mudah mengelola iklan dan anggaran. (Foto: WeRSM)


Tautan yang dimasukkan di bidang URL akan ditambahkan ke tombol di bawah pesan sponsor. Jika kamu menyertakan tautan dalam teks, tautan tersebut harus mengarah ke tujuan yang sama dengan tautan di bidang URL.

Jika teks pesan sponsor selesai, kamu dapat menetapkan Cost Per Mile (CPM) untuk seribu views dalam iklan. CPM minimum untuk pesan bersponsor adalah EUR 2 atau setara dengan Rp 32.634.

Kalau ini kali pertama kamu membuat iklan, kamu mungkin belum memiliki dana di akun. Klik Tambah Dana untuk memasukkan saldo ke akun dan iklan akan disimpan sebagai draft sehingga dapat dengan mudah mempublikasikannya. (and)

Baca juga:

Instagram Luncurkan Fitur ‘Dukung Bisnis Kecil’ untuk Bantu UMKM

#Media Sosial #Telegram #Bisnis Online #OnlineShop
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Pemerintah Bakal Segera Luncurkan Aturan E-Commerce Anyar, Transparansi Biaya Jadi Bahasan
Pemerintah juga mendorong platform digital memprioritaskan promosi produk dalam negeri, termasuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Pemerintah Bakal Segera Luncurkan Aturan E-Commerce Anyar, Transparansi Biaya Jadi Bahasan
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas viralnya Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Fun
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Friendster bangkit kembali dan kini tersedia di iPhone. Dibeli Mike Carson, platform ini hadir dengan konsep relasi unik tanpa algoritma.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Dunia
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Norwegia negara terbaru yang berupaya melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Bagikan