Timbulkan Kemacetan Parah, Pembangunan Saluran Air di Tanjung Barat Dikritik PSI

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 11 Oktober 2023
Timbulkan Kemacetan Parah, Pembangunan Saluran Air di Tanjung Barat Dikritik PSI

Wakil Ketua Fraksi PSI August Hamonangan (kiri) di DPRD DKI, Jumat (29/11/2019). ANTARA/Livia Kristianti/pri.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pembangunan saluran air di Jalan Tanjung Barat, Jakarta Selatan yang dikerjakan Dinas Sumber Daya Air DKI mendapat kritikan tajam.

Menurut Wakil Ketua Fraksi PSI August Hamonangan, proyek tersebut menyebabkan kemacetan panjang.

"Kemacetan ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan berlangsung beberapa hari kemarin. Saya minta Pemprov DKI untuk menindaklanjuti hal ini," kata August di Jakarta, Rabu (11/10).

Baca Juga:

Heru Budi Kukuhkan 19 Anggota DTKJ, Upaya Pemprov DKI Atasi Kemacetan

August juga meminta Pemprov DKI bertanggung jawab untuk mengurai kemacetan di jalan tersebut. Selain itu, mempercepat proyek yang sudah berjalan, agar jalan tersebut kembali normal.

"Jalan itu sebelum ada proyek saja sudah macet, apalagi ada pengerjaan saluran seperti ini. Pengerjaan ini tentunya menghambat mobilitas warga sekitar," urainya.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini juga meminta Pemprov khususnya Dinas SDA harus berkoordinasi dengan Dishub dan kepolisian untuk mengurai kemacetan.

"Kemacetan terjadi karena minimnya koordinasi, bahkan kepolisian tidak tahu soal pengerjaan tersebut, alhasil terjadilah macet yang luar biasa," terangnya.

Baca Juga:

HUT Ke-213 Bandung, Kemacetan dan Sampah Jadi Pekerjaan Rumah

Selain meresahkan warga, proyek dan macetnya jalanan Tanjung Barat berdampak juga pada UMKM sekitar. Mereka tidak bisa berjualan, sepi pengunjung, dan lahan parkir mereka diambil alih karena adanya proyek tersebut.

"Bukan hanya meresahkan, UMKM juga terdampak, mereka jadi sepi pembeli karena sulitnya parkir, atau lahannya terpakai proyek," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Dewan Kawasan Diharapkan Tuntaskan Persoalan Kemacetan dan Banjir di Jakarta

#PSI #Kemacetan #Kemacetan Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
Bikin Macet Jalan, 613 PKL Kramat Jati Dipindahkan ke 4 Lokasi
Sebanyak 613 PKL Kramat Jati ditata ulang. Penataan dilakukan untuk mengurai kemacetan Jalan Raya Bogor.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Bikin Macet Jalan, 613 PKL Kramat Jati Dipindahkan ke 4 Lokasi
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Ia menyebut ini menjadi hal yang positif bagi kerja-kerja politik di Dapil Jateng 5 khususnya di Solo dan Jawa Tengah
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju Pileg Dapil V Jateng, Ketua DPW PSI Jateng Ngaku Kaget
Bagikan