MerahPutih.com - Kebijakan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar untuk menyaring kandidat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno menuai polemik.
Pakar Komunikasi Politik, Hendri Satrio menilai pembentukan tim fit and proper test hanya akan membuang-buang uang.
"Ini tim yang buang-buang waktu, buang-buang anggaran. Nggak ngerti saya ini apa pertimbangannya politisnya?" kata Hendri, Rabu (13/11).
Hendri menilai, partai pengusung tak perlu membentuk tim fit and proper test itu lantaran saat ini belum memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
"Karena kalau mau fit and proper itu harusnya bikin lagi di pilkada baru, cuma ini kan menggantikan menurut saya nggak perlu fit and proper juga," tambahnya.
Menurut dia, pembentukan tim seleksi yang berjumlah 4 orang itu akan menimbulkan pertanyaan baru di masyarakat. Pertanyaan itu bahkan bisa menjurus ke arah dugaan permainan politik.
"Nanti jadinya ujung-ujungnya bisa saja kita berprasangka tidak baik, ada politik dagang sapi misalnya, Jadi udahlah dipilih saja lah, ditentukan," pungkasnya. (Asp)