Kesehatan

Perhatikan, tidak Semua Air Sehat untuk Memasak

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 08 Januari 2022
Perhatikan, tidak Semua Air Sehat untuk Memasak

Gunakan air bersih untuk memasak. (Foto: Unsplash/Jason Briscoe)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMASTIKAN air yang digunakan saat memasak sudah bersih dan baik amatlah penting bagi kesehatan. Meskipun air mudah ditemukan, tidak semua air bisa digunakan untuk mengolah bahan makanan.

Dalam proses memasak, air memiliki fungsi yang sangat penting mulai dari membersihkan, melarutkan, melunakkan, memanaskan, hingga mematangkan bahan makanan. Melihat pentingnya peran air untuk memasak, tidak mengherankan. bila air yang digunakan terjaga kebersihan dan keamanannya. Dengan begitu, makanan yang dimasak bisa lebih aman dan tidak menyebabkan penyakit.

Arsenik dan timbal merupakan contoh bahan kimia yang terkandung dalam air. Jika sampai masuk dan menumpuk dalam tubuh, arsenik bisa menyebabkan muntah, sakit perut, diare, hingga kanker. Sementara itu, timbal dapat menyebabkan perkembangan fisik dan mental pada bayi dan anak-anak. Pada orang dewasa, mengonsumsi air yang telah terkontaminasi timbal dapat menimbulkan masalah ginjal dan tekanan darah tinggi.

Baca juga:

Keterampilan Memasak Amat Penting, ini Alasannya

Tidak Semua Air Bisa Digunakan untuk Memasak
Penggunaan air menentukan rasa makanan. (Foto: Unsplash/Mor Shani)

Selain senyawa kimia, air untuk memasak juga bisa mengandung parasit, bakteri, atau virus penyebab penyakit. Beberapa di antaranya seperti E coli, Campylobacter, Salmonella, Enterovirus, hingga Rotavirus. Cemaran-cemaran tersebut berasal dari feses hewan atau manusia yang terdapat di sekitar sumber air dan kemudian masuk ke dalam air.

Mengutip laman Alodokter, Kamis (23/12), kamu disarankan menggunakan air yang bersih, jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Air yang berwarna bisa menunjukkan adanya kandungan mineral yang terlalu banyak, seperti tembaga, timbal, besi, atau mangan. Sementara itu, air yang memiliki bau, seperti bau belerang, telur busuk, atau amis, menunjukkan adanya kandungan bakteri.

Baca juga:

Meraih Manfaat dari Memasak di Rumah

Tidak Semua Air Bisa Digunakan untuk Memasak
Tetap jaga makanan untuk kesehatan keluarga. (Foto: Unsplash/Jimmy Dean)

Ketika memasak, kamu bisa menggunakan air mentah yang direbus atau air mineral dalam kemasan. Kedua pilihan tersebut punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun merebus air mampu menurunkan kemungkinan cemaran akibat bakteri, termasuk E. Coli, tetapi kemungkinan bakteri lain masih terdapat dalam air minum masih ada. Risiko kontaminasi bahan-bahan kimia dengan logam berat lainnya pada air rebusan juga masih tidak bisa disingkirkan.

Penggunaan air mineral untuk memasak selain menghindarimu dari air terkontaminasi yang berisiko menyebarkan penyakit, juga akan membantu menambahkan mineral di dalam masakan.

Nah itulah pentingnya memperhatikan air untuk memasak. Penggunaan air yang bersih dan bebas kuman tentunya baik untuk kesehatanmu dan keluarga. (and)

Baca juga:

Memasak di Alam Terbuka Saat Berkemah

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan