TGB: Pancasila dan Islam Tidak Dapat Dipisahkan

Andika PratamaAndika Pratama - Rabu, 28 Agustus 2019
TGB: Pancasila dan Islam Tidak Dapat Dipisahkan

Tuan Guru Bajang (TGB) berfoto bersama warga usai salat Jumat di Masjid Tegalsari, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/7).(MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Mazdi heran masih ada kelompok masyarakat yang menunjukan tidak sepakat dengan Pancasila. Padahal, perdebatan terkait sistem berbangsa dan bernegara sudah dilakukan para pendiri bangsa puluhan tahun yang lalu.

Kebangsaan dan keislaman di Indonesia, ujar mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tidak dapat dipisahkan, keduanya berjalan seiringan. Sehingga, ia mengkritik orang yang masih mempermasalahkan Islam dan dasar Kebangsaan.

Baca Juga

Wagub NTB Dukung TGB Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf

“Kebangsaan dan keislaman kita tidak dapat dipisahkan,” kata TGB dalam dialog Kebangsaan yang diselenggarakan Universitas Indonesia di Salemba, Rabu (28/8)

Menurutnya, dalam beberapa literature keislaman definisi negara islam adalah negara yang memiliki penduduk mayoritas bukan yang menggunakan system pemerintahan tertentu. Selain itu, khaznah keislaman di Indonesia sangat kaya dan mendalam. Bahkan, tidak ada negara luar yang memiliki khazanah keislaman seperti Indonesia.

“Selain rujukannya yang banyak hal itu juga dipengaruhi karakteristik ulama kita yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, mencintai tanah air,” ucapnya.

Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang lahir sebelum kemerdekaan seperti Sarekat Dagang Islam (SDI), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peranan penting dan kesamaan visi dalam hal memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Semuanya beragama Islam, memahami Islam tapi tidak mengenyampingkan nilai-nilai kebangsaan yang menurut sebagaian Ormas Islam saat ini bertentangan dengan ajaran agama.

Tuan Guru Bajang salat Jumat di Solo
Tuan Guru Bajang (TGB) menemui warga usai salat Jumat di Masjid Tegalsari, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/7).(MP/Ismail)

“Ini tidak ada di negara lain, di Mesir ada Ormas Jamiyah Syari’ah islamnya mendomiasi, dibandingkan dengan kemesiran (kebangsaan) penetrasi keislaman mereka lebih kuat, warna kemesiran itu tidak ada, mereka hanya diajak untuk lebih taat kepada agama,” ucapnya.

Baca Juga

Disebut Calon Kuat Menteri Agama, TGB: Saya Lebih Baik Menyebarkan Ukhuwah

Ketua Ikatan Alumni Al-Azhar Indonesia ini menjelaskan, ormas-ormas yang saat ini terus menerus menyudutkan system bernegara, adalah Ormas yang ingin merevitalisasi islam di tengah masyarakat. Di Indonesia, kata dia, upaya itu tidak akan pernah berhasil sebab masyarakat Indonesia memiliki karakter yang kuat terkait pemahaman kebangsaannya.

“Indonesia punya hal yang beda, kalau kita lihat karakter dari para ulama, ulama sepuh NU, Hadrotu Syaikh KH Hasyim Asy’ari, beliau ulama yang memiliki khazanah keilmuan yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Organisasi Kemasyarakatan pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), M. Lutfi menegaskan setiap ormas yang dinilai bertentangan dengan Panasila akan dievaluasi bahkan akan dicabut izinnya.

Ia telah memberikan evaluasi kepada 28 Ormas Islam yang dinilai masih meragukan Pancasila sebagai ideology negara. Bagi dia, Ormas Islam adalah penguat dan benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga

TGB Ungkap Alasan Masyarakat Indonesia Saling Benci

“Jadi ormas itu harus berasaskan Pancasila,” katanya.

Kemendagri kata dia, masih melakukan pengkajian mengenai pembentukan Komisi Pemberantasan Republik Indonesia sebagai lembaga yang mengawasi ideologi masyarakat agar tidak menjadi ancaman bagi NKRI. (Knu)

#TGB #Pancasila
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Upacara berlangsung dengan khidmat melalui rangkaian pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 Juni 2026
DPW KPN DKI Jakarta Ingatkan Pentingnya Pancasila, Perbedaan dapat Dikelola Jadi Kekuatan Bersama
Indonesia
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Pancasila sebagai pegangan bangsa Indonesia di tengah konflik global.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Tengah Rivalitas Geopolitik, Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Indonesia
Indonesia
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang menjaga keutuhan bangsa sejak Indonesia merdeka.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Pancasila Kompas Moral Bangsa Hadapi Tantangan Zaman
Indonesia
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi transformasi bangsa berlandaskan Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Di Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ingatkan Aksi Perlawanan Kelompok Anti Cinta Tanah Air
Indonesia
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Prabowo Serukan Kemandirian Bangsa, Pesan Keras di Upacara Hari Pancasila
Indonesia
Libur Hari Lahir Pancasila, Penumpang Kereta Cepat dari Bandung ke Jakarta Melonjak
Okupansi perjalanan dari arah Bandung menuju Jakarta sudah berada di atas 70 persen persen,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Libur Hari Lahir Pancasila, Penumpang Kereta Cepat dari Bandung ke Jakarta Melonjak
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Lagi Indonesia Produsen Terbesar Mineral Penting
Indonesia telah mengalami swasembada pangan. Di saat, kata Prabowo, masih banyak negara lain yang kesulitan terkait pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Peringatan Hari Lahir Pancasila, Prabowo Singgung Lagi Indonesia Produsen Terbesar Mineral Penting
Indonesia
Bagaimana Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur dan Diperingati, Begini Sejarahnya
Melalui putusan Keputusan Presiden RI nomor 24 Tahun 2016. 1 Juni jadi hari libur nasional, untuk mengingat kontribusi pendiri bangsa membentuk dasar negara.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Bagaimana Hari Lahir Pancasila Jadi Hari Libur dan Diperingati, Begini Sejarahnya
Indonesia
Pemakaman Jenderal Ryamizard Ryacud Bertepatan Dengan Hari Pancasila, Kemhan Gelar Penghormatan Terakhir
Jenazah Ryamizard akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Pemakaman Jenderal Ryamizard Ryacud Bertepatan Dengan Hari Pancasila, Kemhan Gelar Penghormatan Terakhir
Bagikan