MerahPutih.com - Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum memperkuat persatuan dan toleransi di tengah keberagaman Indonesia.
Menurut Siti, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga pedoman hidup yang menjaga keutuhan bangsa sejak Indonesia merdeka.
“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berkeadaban,” katanya, kepada media, Senin (1/6).
Baca juga:
Jokowi Absen Upacara Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Ajudannya Bilang Tidak Ada Undangan
Relevansi Pancasila di Era Globalisasi
Siti menekankan semangat musyawarah yang ditunjukkan para pendiri bangsa harus terus dijaga. Dia juga mengajak generasi muda memahami sejarah lahirnya Pancasila agar semakin mencintai Indonesia.
Menurutnya, tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi harus dihadapi dengan memperkuat nilai kebangsaan, toleransi, kemanusiaan, serta keadilan sosial lewat pengamalan Pancasila.
Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral bangsa. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Indonesia akan semakin kuat, bersatu, dan mampu menghadapi berbagai tantangan masa depan,
Komisi III DPR RI Siti Aisyah
Sejarah Lahirnya Pancasila
Siti menjelaskan sejarah lahirnya Pancasila bermula dari sidang BPUPKI pada 29 Mei–1 Juni 1945. Dalam forum itu, tokoh bangsa seperti Muhammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara.
Baca juga:
Prabowo Jadikan Pancasila Kompas Transformasi Ekonomi Nasional Cegah Kebocoran
Pidato Soekarno pada 1 Juni memperkenalkan lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.
(Pon)

