MerahPutih.com - Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono mengungkap informasi terbaru terkait penonaktifan 75 pegawai yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Giri menyebut 75 orang yang dinonaktifkan itu bukan pegawai biasa. Sembilan di antaranya merupakan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) yang sedang menangani kasus-kasus besar di KPK.
Baca Juga:
"Terkait kasus. Ada sembilan Kasatgas dari 75 itu. Ini Kasatgas enggak main-main semua ini Pak," kata Giri dalam diskusi daring yang ditayangkan melalui akun YouTube PKSTV, Sabtu (22/5).
Giri membeberkan tujuh nama Kasatgas penyidikan yang dinonaktifkan oleh pimpinan KPK itu. Mereka adalah, Ambarita Damanik; Novel Baswedan; Andre Nainggolan; Budi Agung Nugroho; Budi Sukmo; Rizka Anungdata; dan Afief Julian Miftah. Sedangkan dua Kasatgas penyelidikan yakni, Iguh Sipurba dan Harun Al Rasyid.
"Ini orang enggak terkenal. Bahkan itu beberapa yang nangani kasus lama itu yang bikin kita ribut tahun 2018. Ada yang pegang kasus kelautan, ada yang pegang (kasus) e-KTP, ada yang pegang (kasus) Tanjungbalai, ada yang pegang (kasus) besar-besar semua. Dan semuanya adalah purnawirawan polisi sudah mengundurkan diri dari kepolisian," sambung dia.
Baca Juga:
Firli Bahuri Tegaskan KPK Tak Pernah Berpikir Pecat Novel Baswedan Cs
Giri menyayangkan jika ada yang menyinggung bahwa 75 pegawai yang dinonaktifkan tersebut hanya segelintir saja. Sebab, mereka yang dinonaktifkan adalah pegawai-pegawai KPK yang berintegritas dan terlebih sedang menangani kasus besar.
"Kalau kemudian ada narasi kan cuma 75 orang, dari 1200an, nanti dulu, 1200 itu penyidiknya engga sampai 100, jadi yang diambil disini hampir 20 penyidik penyelidik yang dari ratusan," kata dia. (Pon)