Terungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan 2 Menteri dari PKB di Tengah Isu Hak Angket

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 19 Maret 2024
Terungkap Isi Pembicaraan Jokowi dan 2 Menteri dari PKB di Tengah Isu Hak Angket

Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan dua menterinya dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menuai tanda tanya di tengah isu bergulirkan hak angket kecurangan pilpres di DPR.

PKB termasuk fraksi yang ikut mendorong hak angket. Dua anggota Kabinet dari PKB yang dimaksud itu Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia (Kemendes) Abdul Halim Iskandar dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah.

Baca juga:

5 Anggota Fraksi PKB Teken Hak Angket

Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana pun membuka isi pertemuan Jokowi dengan keduanya. Menurut dia, mereka hanya membahas laporan kedua kementerian yang dipimpin Abdul Halim dan Ida.

"Yang dibicarakan antara lain melaporkan capaian rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) di kementerian yang dipimpin beliau berdua," tutur Ari kepada awak media di Jakarta, Selasa (19/3).

Ari menambahkan Mendes Halim dan Menaker Ida juga menyampaikan terima kasih kepada Jokowi karena telah memberikan izin untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2024. "Disinggung capaian suara beliau berdua dan suara PKB secara nasional," tutur orang kepercayaan Presiden itu.

Baca juga:

PKB Tunggu PDIP Golkan Hak Angket Kecurangan Pemilu di DPR

Menurut Ari, pertemuan presiden dengan dua menterinya kemarin merupakan pertemuan biasa. Dia meminta masyarakat tidak perlu berspekulasi macam-macam terkait pertemuan antara presiden dan menterinya. “Pertemuan antara presiden dengan menteri-menterinya adalah sesuatu yang biasa-biasa saja," tutupnya.

Sekedar informasi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia Abdul Halim Iskandar dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menghadap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (18/3). Pertemuan itu menimbulkan spekulasi politik soal sikap PKB yang selama ini condong mendorong hak angket kecurangan Pemilu 2024. (Knu)

Baca juga:

Adian PDIP Ajak Pendemo Tuntut Jokowi Mundur Masuk DPR Bahas Hak Angket

#Hak Angket #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan