Teror Bom di Kediaman Ketua KPK adalah Bom Palsu?
Rangkaian bom pipa yang berada di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (ist)
Merahputih.com - Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan setelah dianalisis di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bahwa teror bom yang terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo yang terletak di Bekasi Jawa Barat itu, adalah sebuah bom palsu.
"Yang di rumah pimpinan KPK pak Agus itu fake bomber bom palsu," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1).
Meski demikian, Iqbal mengaku memang ditemukan sejenis pipa paralon serta kabel-kabel dan baterei di lokasi kejadian.
Namun, hal tersebut bukan merupakan satu rangkaian atau firing devices yang layaknya seperti bom. Bahkan, tidak ada sama sekali detonator.
"Ditemukan juga serbuk putih dan semen putih. Tapi setelah dianalisis Puslabfor Bareskrim Polri, bukan explosive bukan black powder TATP, dan lain-lain," katanya.
Polri, kata Iqbal, terus bekerja untuk mengusut pelakunya dan dalang dalam aksi teror bom tersebut. Sementara ini, modus pelaku diduga hanya untuk menakuti korban.
"Tapi Polri tetap bekerja dengan ekstra untuk mengungkap siapa pelakunya," tutur Iqbal.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta menyerahkan permasalahan ini kepada polisi.
"Kebetulan saja mungkin ada momentum saat ini, kita fokus kepada fakta hukum fakta di lokasi di TKP," katanya. (Gms)
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Suap Proyek Bekasi, KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ono Surono
KPK Duga Bekas Sekjen Kemenaker Terima Rp 12 Miliar dari Pemerasan Tenaga Kerja Asing
Diperiksa KPK, Ono Surono Ngaku Dicecar soal Aliran Dana Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Komisi III DPR Desak KPK Usut Tuntas Korupsi Pegawai Pajak
Baleg DPR Sepakat Masukkan MoU Helsinki dalam Konsideran Revisi UU Pemerintahan Aceh
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat
KPK Kembangkan Kasus Suap Pajak, Kantor PT Wanatiara Persada Digeledah
Belum Tahan Tersangka CSR BI, MAKI akan Somasi dan Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas
KPK Obok-Obok Anak Buah Purbaya Yudhi Sadewa, DPR Tegaskan Bersih-Bersih Jadi Syarat Mutlak Sistem Perpajakan Modern