Terobosan Kecerdasan Buatan, Menghadirkan Robot Ilmuwan
Kecepatan adalah salah keunggulannya. (Foto: twitter)
TEROBOSAN besar untuk kecerdasan buatan atau artificiaI intelligence (AI) diciptakan oleh para pakar teknologi. Mereka menciptakan robot otonom yang mampu menyelesaikan tugas manusia hanya dalam waktu beberapa hari saja.
Melansir laman Mirror, mesin itu dapat bekerja selama lebih dari 21 jam sehari tanpa perlu mengisi ulang daya. Robot itu mampu pula melakukan eksperimen seperti yang dilakukan manusia.
Baca juga:
Robot ini tak hanya memiliki kecerdasan buatan, kecepatan menyelesaikan pekerjaannya melebih manusia. Namun tetap saja para penciptanya menyakini bahwa kehadiran manusia masih jauh lebih baik. Mereka percaya jika robot akan dapat bekerja berdampingan bersama manusia di laboratorium, melakukan tugas yang berbeda.
"Ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan posisi para peneliti, dalam arti bahwa robot melakukan hal yang berbeda. Penting digarisbawahi bahwa kita masih membutuhkan ilmuwan manusia. Robot tidak dapat memutuskan percobaan apa yang harus dilakukan,” terang Profesor Andrew Cooper, pada wawancaranya dengan Newsweek.
Salah satu hal tersulit dalam penelitian adalah memilih apa yang akan dikerjakan dan robot tidak melakukan itu. Jadi jika kamu meminta robot untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak menarik dan tidak berguna, robot akan mengerjakan selamanya.
Baca juga:
"Jadi kita tidak menggantikan para ilmuwan. Tujuannya adalah untuk memiliki kemampuan bagi para ilmuwan untuk melakukan chemistry yang jauh lebih ambisius dan menarik. Robot adalah anggota tim tambahan, namun masih membutuhkan tim inti manusia," tutur Prof Cooper.
Prof Cooper menambahkan bahwa robot otonomnya dapat mengeluarkan benda padat dan cairan dengan akurasi tinggi dan diulang. Menggunakan pemindaian laser dan umpan balik sentuhan, yang bertentangan dengan penglihatan.
Dengan biaya Rp 1,6 miliar adalah harga yang murah dan sebanding jika digunakan dalam konteks penelitian daripada menggunakan pendekatan lain. (lgi)
Baca juga:
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Perpres Akan Jadi Rujukan Hukum dan Etika Inovasi AI di Sektor Telekomunikasi
Sentuhan AI Bikin Lagu 'Mari Bercinta' Terdengar Seperti Lagu Korea, Simak Liriknya
Viral! Lagu 'Bang Jono' Zaskia Gotik Hadir dalam Versi Bahasa Korea Berkat AI
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Manipulasi Gambar Jadi Konten Porno, DPR Dukung Komdigi Blokir Grok AI
Dian Sastrowardoyo: Peran Perempuan Krusial di Tengah Disrupsi Teknologi AI
Zentara Rilis Solusi Keamanan Siber Berbasis AI, Perkuat Kemandirian Teknologi Indonesia
Robot Diinfektan Ini Bakal Dihibahkan Jika Tidak Laku Dilelang KPK, Harganya Rp 78,6 Juta
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel