Zentara Rilis Solusi Keamanan Siber Berbasis AI, Perkuat Kemandirian Teknologi Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 04 Desember 2025
Zentara Rilis Solusi Keamanan Siber Berbasis AI, Perkuat Kemandirian Teknologi Indonesia

Foto 4-Regal Rauniyar Star, Co-Founder & CEO Zentara (Zentara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Zentara Technologies mengumumkan peluncuran rangkaian solusi keamanan siber (cybersecurity) berbasis Kecerdasan Buatan (AI) terbaru pada Rabu (3/12). Peluncuran bertujuan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang, sekaligus membuka jalan bagi era hiperkonektivitas baru.

Pencapaian strategis ini dinilai sebagai standar baru bagi kemandirian teknologi di Asia Tenggara, dengan menyediakan kerangka pertahanan yang kuat untuk mendukung infrastruktur penting, layanan keuangan, dan institusi pemerintah agar dapat berinovasi dengan lebih aman.

Dengan meningkatnya kompleksitas lanskap digital global, Zentara melihat adanya potensi besar untuk membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia beralih dengan cepat dari sistem lama (legacy systems) menuju postur siap masa depan (future-ready).

Baca juga:

Pakar Siber Ungkap Tiga Ciri Dasar Pelaku Penipuan Digital yang Suka Bikin Korban Tergesa-gesa

"Kami membangun Zentara dengan misi yang jelas: memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak diperlambat oleh ancaman siber. Baik itu BUMN yang mengelola layanan publik dan sumber daya nasional, bank yang mengelola dana publik, atau penyedia layanan yang mengelola data pelanggan, para pemimpin kita berhak untuk berinovasi dengan percaya diri. Kami membuktikan bahwa teknologi Indonesia siap melindungi masa depan Indonesia," ujar Regal Rauniyar Star, CEO Zentara.

Inisiatif ini selaras dengan visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mewujudkan pasar modal yang tangguh dan berkelas dunia. Dengan diperkenalkannya solusi keamanan siber berbasis AI dari Zentara, kini organisasi di Indonesia tidak lagi harus sepenuhnya bergantung pada solusi impor untuk mencapai standar keamanan siber global.

Ekosistem Zentara menggabungkan pemahaman strategis pasar lokal dengan inovasi teknologi global. Solusi unggulan yang ditawarkan mencakup Managed Security Operations Center (SOC) sebagai layanan generasi berikutnya. Layanan ini dirancang untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli di bidang keamanan siber dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan memanfaatkan AI canggih untuk memantau jaringan 24/7, operasi keamanan kini bertransformasi dari hambatan menjadi pendorong (enabler) bisnis, yang menjamin ketersediaan sistem dan membangun kepercayaan.

Zentara juga memperkenalkan Zero Trust Architecture (ZTA) yang melampaui konsep keamanan perimeter tradisional. ZTA menawarkan model keamanan terintegrasi yang berpusat pada identitas, memastikan bahwa meskipun bisnis memperluas jejak digital, kontrol akses tetap ketat namun lancar bagi pengguna yang sah.

Baca juga:

Jepang Selamat dari Ancaman Kekurangan Bir, Perusahaan Asahi kembali Berproduksi setelah Serangan Siber

Selain itu, Zentara menyediakan Defence Labs dan Cyber Intelligence, yaitu pusat inovasi tempat para ahli Indonesia memanfaatkan generative AI untuk selalu selangkah lebih maju. Pusat ini memberikan wawasan proaktif yang memungkinkan perusahaan mengantisipasi perubahan pasar dan potensi risiko.

Sebagai bukti komitmennya, Zentara telah menjalin kemitraan strategis dengan MIND ID, holding BUMN untuk industri pertambangan Indonesia. Dalam kolaborasi ini, Zentara mendukung transformasi digital dan industrialisasi yang bergantung pada kemampuan BUMN tersebut untuk menjadikan data sebagai aset perusahaan yang terpercaya dan bernilai tinggi.

Zentara membantu merancang kerangka kerja Data Governance yang komprehensif, untuk menjamin aset strategis nasional dikelola dengan standar integritas dan kepatuhan kelas dunia.

#Zentara #Serangan Siber #Kejahatan Siber #Artificial Intelligence
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Pemerintah perlu memastikan perkembangan AI tetap berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap kreativitas manusia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Karya 100 Persen AI Tidak Dapat Perlindungan dan Hak Cipta
Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
ShowBiz
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
POCO F9 Series dibekali AI Recorder dan AI Transcription yang dapat mengubah percakapan menjadi teks. Simak juga deretan fitur AI lainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
POCO F9 Series Andalkan AI Recorder dan Transcription, Bantu Teman Tuli Ikuti Percakapan
Berita
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna pada 22 September 2026. Keduanya membawa peningkatan efisiensi, pemrograman, alignment, dan biaya API.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
OpenAI Perkenalkan GPT-6 Sol dan Luna, Intip Perbedaan dan Kemampuannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Dunia
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Xi Jinping dijadwalkan tiba di Washington pada 24 September. Trump sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada Mei didampingi oleh delegasi perwakilan bisnis AS.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pertemuan Xi Jinping dan Trump Bakal Bahas Usulan Pengendalian AI
Tekno
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
OpenAI akan menghentikan GPT-5.5 dari ChatGPT dan Codex. Pengguna bisa melakukan migrasi sebelum 14 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
OpenAI Hentikan GPT-5.5 di ChatGPT dan Codex, Pengguna Cuma Punya Waktu hingga 14 Oktober
Indonesia
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Hypernet Techonologies meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini bisa mengakses 120 model ai.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Fun
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
IdeaFest 2026 digelar 4–6 September di JICC Jakarta dengan tema 'Re:Humanize', menghadirkan 500+ pembicara dalam 160+ sesi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
AI Makin Masuk ke Kehidupan Sehari-hari, IdeaFest 2026 Ajak Publik Memikirkan Kembali Peran Manusia
Tekno
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Bingung kenapa ChatGPT error hari ini dan tidak bisa digunakan? Lebih dari 35.000 pengguna melaporkan ChatGPT down di Downdetector. Cek fakta dan update terbarunya di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
ChatGPT Down Parah Hari Ini, Tapi Halaman Status OpenAI Malah Bilang Aman
Bagikan