Ternyata Ini yang Membuat Jokowi Diramal Kalahkan Prabowo di Pilpres 2019

Thomas KukuhThomas Kukuh - Jumat, 09 Februari 2018
Ternyata Ini yang Membuat Jokowi Diramal Kalahkan Prabowo di Pilpres 2019

Presiden Jokowi menerima Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Beranda Istana Merdeka, Kamis (17/11). (Foto: Humas/Rahmat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - William Shakespear pernah berujar "Apalah arti sebuah nama?" Ucapannya tersebut dibanyah keras oleh orang Indonesia. Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia percaya jika nama adalah doa. Memberi nama yang baik bagi anak bermakna harapan orang tua kepada anaknya kelak. Beberapa nama dipercaya membawa hoki bagi sang empunya.

Rupanya, bukan hanya kata pembentuk nama yang penting. Setiap unsur huruf pada nama seseorang juga cukup penting. Demikian yang diungkapkan oleh Suhu Yo.

Menurut Suhu Yo, huruf O membawa pengaruh besar bagi seseorang. Semakin banyak huruf O pada nama seseorang, semakin besar pula jiwa kepemimpinannya.

Suhu Yo (foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

"Nama presiden kita yang memiliki unsur huruf O memiliki pengaruh besar dan berkuasa cukup lama. Misalnya, Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan sekarang Joko Widodo," ucapnya.

Menurut Suhu Yo, bentuk huruf O serupa dengan roda. Roda merupakan benda yang terus menggelinding atau berputar Di dalam kehidupan, roda merepresentasikan kehidupan yang terus berputar.

"Huruf O merepresentasikan kekuasaan sang pemilik nama yang akan berputar lama," tuturnya.

Sebelum Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono bertahan hingga dua periode. Suhu Yo menilai jika lamanya periode Susilo Bambang Yudhoyono memimpin sedikit banyak dipengaruhi unsur huruf O pada namanya. Huruf O pada nama Susilo Bambang Yudhoyono cukup banyak, yakni tiga huruf.

Suhu Yo memprediksi jika Joko Widodo akan meneruskan kesuksesan Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjadi presiden di Indonesia. Jokowi bisa mempertahankan jabatannya sebagai presiden dalam kurun waktu cukup lama.

"Kalau dilihat dari unsur namanya, Jokowi bisa meneruskan kepemimpinannya hingga dua periode," beber Suhu Yo.

Lantas saat disinggung bahwa Prabowo Subianto yang disebut-sebut calon lawan terkuat Jokowi juga memiliki banyak huruf O, Suhu hanya menjawab, "Huruf O-nya lebih banyak Jokowi dibanding Prabowo coba hitung aja O nya Joko Widodo dan Prabowo Subianto kan O-nya banyak Jokowi (Joko Widodo: 4; Prabowo Subianto: 3). Makanya Jokowi bisa menang" tambah Suhu Yo.

Namun ingat, ini hanya sebuah ramalan. Anda boleh percaya, boleh tidak. (*)

#Jokowi #Suhu Yo
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Dito Ariotedjo ikut mendampingi Jokowi bertemu PM Arab Saudi Mohammed bin Salman Al-Saud membahas lobi penambahan kuota haji Indonesia tahun 2024.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Januari 2026
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Indonesia
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli meringankan yang diajukan Roy Suryo Cs dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Penerapan mekanisme keadilan restoratif (restorative justice/RJ) dalam perkara tersebut mencerminkan arah kebijakan hukum pidana nasional di masa depan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Januari 2026
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Indonesia
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Tersangka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah mengajukan surat permohonan restorative justice (RJ) ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Indonesia
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan, terlalu dini membicarkan restorative justice usai kliennya bertemu dengan Eggi Sudjana.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Indonesia
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Presiden ke-7 RI, Jokowi, memaafkan dua tersangka kasus ijazah palsu. Namun, PSI menyebutkan bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Indonesia
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Dua tersangka kasus ijazah palsu menemui Jokowi di Solo, Kamis (8/1) sore. Lokasi kediamannya pun langsung disterilkan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Januari 2026
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Indonesia
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Tim kuasa hukum tergugat hanya mengajukan satu alat bukti berupa salinan hasil pemindaian laporan polisi yang menyatakan ijazah sedang disita.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Berita
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
Jokowi menegaskan memaafkan para tersangka merupakan urusan pribadi, sedangkan masalah hukum tetap jalan.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Polda Metro Gelar Perkara Khusus Tunjukkan Ijazah Asli, Jokowi: soal Maaf Urusan Pribadi
Bagikan