Terbitkan Perppu KPK, Romli Atmasasmita: Presiden Dapat Diimpeachment
Prof Romli Atmasasmita saat RDPU dengan Pansus Angket KPK di gedung DPR, Selasa (11/7). (MP/Ponco Sulaksono)
Merahputih.com - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung, Prof Romli Atmasasmita menegaskan Presiden Jokowi bisa melanggar UU jika menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) sebelum sah revisi UU diundangkan.
"Maka Presiden melanggar UU dan dapat diimpeach," kata Romli dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (4/10).
Baca Juga:
Penerbitan Perppu KPK sebelum revisi UU KPK sah diundangkan, maka Jokowi akan melanggar UU No.12 tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
Sehingga, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang menjerumuskan Jokowi dengan mendesak menerbitkan untuk menganulir revisi UU KPK yang baru disahkan oleh DPR.
"Mereka yang mendorong Presiden untuk membuat Perppu pembatalan revisi UU KPK menjerumuskan Presiden ke jurang kehancuran lembaga kepresidenan," ucap Romli.
Baca Juga:
Perumus UU KPK tahun 2002 ini menyarankan, Presiden segera untuk mengundangkan hasil revisi UU KPK yang telah disahkan DPR pertengahan September 2019 lalu, dan mempercepat pelantikan pimpinan KPK yang baru.
"Saran-saran saya agar Presiden undangkan saja (revisi UU KPK) dan percepat pelantikan pimpinan KPK baru," tuturnya. (*)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Dugaan Korupsi RPTKA Kemnaker Capai Rp53 Miliar, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Hanif Dhakiri
KPK Dalami Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri hingga Penukaran Mata Uang Asing Miliaran Rupiah
KPK Beberkan Alasan belum Tahan Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji
Penuhi Panggilan KPK, Gus Yaqut Jadi Saksi untuk Gus Alex di Kasus Kuota Haji
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji di KPK
Pungli RPTKA Diduga Telah Berlangsung Lama, KPK Telusuri Era Hanif Dhakiri
KPK Kembali Periksa Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
Isi Curhatan KPK ke DPR: SDM Minim, Masalah Gaji, Hingga Butuh Alat Canggih
Raker KPK dengan Komisi III DPR Bahas Harmonisasi UU KPK dengan KUHP & KUHAP
KPK Didesak Segera Susun Strategi Pemberantasan Korupsi yang Lebih Sistematis