Terapi Mengapung Baik untuk Kesehatan
Terapi mengapung juga diketahui dapat meringankan gejala migrain. (Foto: Unsplash/Haley Phelps)
KAMU yang suka berenang pasti pernah merasakan betapa rileksnya ketika tubuh mengapung di atas air. Ternyata, mengapung di atas air bisa menjadi terapi bagi kesehatan seperti mengurangi rasa sakit dan kecemasan. Dengan mengetahui manfaat lainnya, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengatasi berbagai keluhan yang dialami.
Terapi mengapung biasanya dilakukan dalam sebuah tangki tertutup yang kedap suara dan bercahaya redup. Tangki kemudian diisi air hangat dan garam Epsom yang mengandung magnesium sulfat. Tujuan penambahan garam Epsom ialah agar tubuh dapat mengapung. Garam ini juga memberikan beragam manfaat bagi tubuh.
Baca juga:
Sama seperti meditasi, terapi mengapung dipercaya dapat mengurangi rangsangan sensorik berupa suara dan cahaya, serta mengalihkan pikiran dari sibuknya aktivitas. Saat melakukan terapi, kamu juga harus fokus pada diri sendiri agar manfaat yang diperoleh makin maksimal.
Mengutip laman Alodokter, dalam sebuah penelitian, terapi mengapung juga diketahui dapat meringankan gejala migrain dan meredakan berbagai gangguan mental, seperti PTSD, gangguan panik, agoraphobia, dan depresi.
Terapi mengapung juga menjadi pilihan tepat buat kamu yang memiliki gangguan tidur. Dalam sebuah penelitian, terapi mengapung dapat meredakan masalah tidur, seperti insomnia, kecemasan, atau depresi.
Manfaat terapi apung lainnya adalah mengurangi rasa sakit, misalnya pada kondisi sakit kepala dan nyeri otot. Posisi mengapung memungkinkan otot di seluruh tubuh mengendur sehingga membuat tubuh lebih rileks. Selain itu, kandungan magnesium dalam garam Epsom juga mampu mengurangi otot yang tegang. Manfaat ini pun didukung oleh sebuah studi yang menunjukkan bahwa terapi mengapung dapat mengurangi intensitas nyeri dan mempersempit area nyeri.
Baca juga:
Masak Jadi Sarana Terapi untuk Atasi Masalah Kesehatan Mental
Selain mengurangi rasa sakit, mengapung dalam air yang mengandung garam Epsom juga bisa mengurangi pembengkakan dan radang sendi. Selain berkat kandungan magnesium di dalam garam tersebut, posisi mengapung juga dapat mengurangi tekanan pada sendi.
Tidak hanya manfaat yang sudah disebutkan di atas, terapi mengapung juga dianggap bisa meningkatkan imunitas, meredakan leher yang kaku, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fungsi otak, serta pemulihan cedera bagi atlet.
Meski begitu, tidak semua orang bisa melakukan terapi mengapung. Bagi yang memiliki penyakit jantung dan riwayat kejang, tidak disarankan untuk mengikuti terapi ini. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan