Terapi Hormon Progesteron untuk Cegah Keguguran

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 26 November 2021
Terapi Hormon Progesteron untuk Cegah Keguguran

Sekitar satu dari lima perempuan mengalami pendarahan dalam 12 minggu pertama kehamilan. (Foto: iStock/fizkes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEREMPUAN yang mengalami pendarahan pada awal kehamilan dan telah mengalami setidaknya satu kali keguguran harus diobati dengan hormon progesteron.

Demikian pedoman baru dari pengawas kesehatan, Inggis National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Pedoman tersebut didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa pengobatan dapat menyebabkan 8.450 kelahiran lebih banyak setiap tahun di Inggris.

Semakin banyak keguguran yang dialami seorang perempuan, semakin efektif progesteronnya. Hormon tersebut secara alami membantu mempersiapkan rahim untuk bayi yang sedang tumbuh.

Baca juga:

Haruskah Bumil Periksa Kehamilan di Masa Pandemi?

Sekitar satu dari lima perempuan mengalami pendarahan, atau sering disebut bercak, dalam 12 minggu pertama kehamilan. Seringkali tidak menimbulkan masalah tetapi mereka disarankan untuk memeriksakannya ke dokter atau bidan untuk memastikannya.

Beberapa mungkin mengalami ancaman keguguran, di mana pendarahan berlanjut seiring dengan kehamilan. Sebagian besar disuruh pulang, menunggu dan melihat apa yang terjadi selanjutnya.

Panduan NICE yang baru merekomendasikan memasukkan pessarium progesteron ke dalam vagina dua kali sehari.

Jelas bahwa progesteron tidak akan mampu mencegah setiap keguguran. (Foto: independent.co.uk)
Jelas bahwa progesteron tidak akan mampu mencegah setiap keguguran. (Foto: independent.co.uk)

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh para peneliti di Pusat Penelitian Keguguran Nasional Tommy yang menjadi dasar pedoman baru, menemukan bahwa progesteron tidak membuat banyak perbedaan bagi wanita yang baru saja mengalami pendarahan dan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya.

Namun, semakin banyak keguguran yang dialami seorang perempuan, semakin efektif progesteronnya.

Perawatan Terbaik

Salah satu orang di balik penelitian Tommy's National Centre for Miscarriage Research, Prof Arri Coomarasamy, dari University of Birmingham mengatakan, "Ini adalah momen yang sangat signifikan. Kami memiliki intervensi yang bekerja yang dapat menghentikan keguguran."

Baca juga:

Tips Jitu Atasi Stres Selama Kehamilan

"Ini memberi harapan bagi ribuan pasangan di seluruh Inggris. Namun, sangat penting untuk menyadari bahwa hanya beberapa keguguran yang dapat dicegah dengan progesteron. Ada penyebab lain keguguran. Kami masih perlu mempelajari itu semua. Kita perlu menemukan pengobatan lain yang efektif," ujarnya seperti diberitakan BBC, Rabu (24/11).

Sekitar satu dari empat kehamilan berakhir dengan keguguran - sebagian besar dalam beberapa bulan atau trimester pertama. Presiden Royal College of Obstetricians and Gynaecologists Dr Edward Morris mengatakan, "Sangat positif bahwa NICE telah mengakui bukti terbaru.

Semakin banyak keguguran yang dialami seorang perempuan, semakin efektif progesteronnya. (Foto: 123RF/belchonock)
Semakin banyak keguguran yang dialami seorang perempuan, semakin efektif progesteronnya. (Foto: 123RF/belchonock)

"Namun, kami masih memiliki cara untuk lanjut sebelum memahami perawatan terbaik untuk perempuan yang mengalami keguguran yang tidak dapat dijelaskan dan akan menyambut penelitian selanjutnya di bidang ini," Morris mengatakan.

Profesor Gillian Leng, kepala eksekutif NICE, menjelaskan bukti penelitian, "Jelas bahwa progesteron tidak akan mampu mencegah setiap keguguran."

Namun, dia mengatakan terapi itu akan bermanfaat bagi beberapa perempuan, dan sebagai pilihan pengobatan yang terjangkau. (aru)

Baca juga:

Lucunya Reaksi Warganet Atas Kehamilan Gigi Hadid

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan