Telkom Bangun Pusat Data neuCentriIX di IKN Nusantara
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono bersama Komisaris Utama PT Telkom Bambang Brodjonegoro (kiri) dan Direktur Utama Ririek Adriansyah. (Foto: Antara)
MerahPutih.com - Digitalisasi akan menjadi langkah awal dari langkah-langkah selanjutnya dalam menjadikan IKN kelak sebagai kota yang bisa jadi model, baik di Indonesia maupun di dunia.
Dengan teknologi digital IKN diharapkan akan menjadi kota cerdas. Teknologi digital itu akan diterapkan pada sistem transportasi, perawatan dan pemeliharaan bangunan gedung, efisiensi penggunaan energi, serta berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Pelantikan Menpan RB Direncanakan di IKN Nusantara
Mencapai langkah tersebut, Micro Edge DC neuCentrIX di Sepaku dan Digital Community Center (DCC) Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, telah di dibangun dan diresmikan BUMN Telkom Indonesia untuk mendukung teknologi digital Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
"Satu aspek penting pengembangan IKN adalah pemanfaatan teknologi digital. neuCentrIX Sepaku dan Desa Digital ini adalah upaya TelkomGroup untuk mengembangkan teknologi digital di kawasan IKN," kata Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Bambang Brodjonegoro.
neuCentriIX Sepaku adalah pusat data atau data center untuk mendukung dan mewujudkan teknologi digital tersebut. Di Sepaku, pusat data ini berupa bangunan permanen seukuran rumah sederhana tipe 42. Pusat data ini diadakan untuk melayani kebutuhan sistem penyimpanan data dan komunikasi.
Bambang menegaskan, adanya data center selain untuk bisnis perusahaan teknologi maupun telekomunikasi, tapi juga untuk membantu ekonomi lokal yang penggerak utamanya adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
"Karena UMKM masa depan hanya bisa naik kelas kalau masuk ke era digital," jelasnya.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono sangat menghargai dukungan digitalisasi oleh TelkomGroup tersebut.
"IKN mengangkat konsep 3D, yaitu desain, dekarbornisasi, dan digitalisasi," jelas Bambang Susantono dikutip Antara, Kamis (18/8).
Data center, neuCentrIX Sepaku diadakan untuk mendukung pengembangan ekosistem digital di kawasan IKN. Data center ini menjadi bagian dari ekosistem data center nasional yang tersebar menjadi tujuh klaster di seluruh Indonesia.
Pengembangan Digital Center di Ibu Kota Nusantara akan didukung oleh klaster enam mencakup Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak dan Sepaku yang nanti mendorong pelaksanaan Program Nasional Deployment IKN.
Data center di IKN ini akan terintegrasi ke dalam jaringan Telkom dan Data Center lainnya, juga terhubung dengan kabel bawah laut global di timur dan barat Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pelanggan dan pelaku bisnis, termasuk edge computing, platform dan layanan digital lainnya.
Diharapkan Hub Ekosistem Digital ini akan memberikan manfaat dengan menciptakan aktvitas perekonomian yang tidak lagi terus terpusat di kota-kota besar dan dibatasi oleh jarak, waktu, dan lokasi.
Telkom juga menghadirkan pemanfaatan infrastruktur dan ekosistem digital untuk masyarakat Sepaku melalui program Smart Village Nusantara.
Dalam program itu dikembangkan aplikasi Sistem Pelayanan Desa Monitoring dan Evaluasi atau Simpel. Program itu juga mencakup pengadaan fasilitas Digital Community Center (DCC) di Desa Bukit Raya.
Di DCC disediakan teknologi Augmented Reality untuk mendukung promosi produk UMKM di Desa Bukit Raya, Virtual Tour Titik Nol IKN dan 3D Design untuk pengembangan Kawasan wisata Bukit Bangkirai. (*)
Baca Juga:
Anggaran Pembangunan IKN Mencapai 23,6 Triliun di 2023
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Mobil Mewah dan Kebun Sawit Disita Kejati DKI di Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI
Pemerintah Bakal Bangun BUMN Tekstil Baru, Yang Lama Tidak Bakal Dihidupkan
Danantara Mulai Lakukan Reformasi BUMN di Tahun Ini
BUMN Rugi tapi Elit Minta Bonus, DPR: Ini Masalah Etika Kepemimpinan
Prabowo Perintahkan Danantara Bersihkan Direksi BUMN, Rugi Tapi Minta Bonus
Prabowo Sentil Praktik Mark Up Proyek, Pencurian di Siang Bolong
ID Food Berencana Gadaikan Aset, DPR: Jaminan Pinjaman harus Opsi Terakhir, bukan Pilihan Utama
Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.127 Triliun, Laba Bersih Rp 54 Triliun
Garuda Tunda Pengadaan Pesawat Baru, Prioritasnya Perbaikan Armada
BUMN Banyak Masalah, Danantara Siapkan Solusi Ini