Telat Haid karena Stres? Pahami Gejalanya

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 10 Agustus 2023
Telat Haid karena Stres? Pahami Gejalanya

Stres dapat membuat siklus haid berantakan. (Unsplash/Verne Ho)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HANYA perempuan yang berada dalam kondisi ini dan tahu bagaimana rasa tak mengenakannya. Namun telat haid dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya stres.

Stres dapat menyebabkan telat haid karena kerja hipotalamus terganggu. Dilansir dari Alodokter, hipotalamus adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap siklus haid. Stres juga bisa membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebih.

Celakanya dapat tidak mengalami haid sama sekali selama beberapa periode. Kamu harus ketahui beberapa ciri telat haid yang disebabkan stres. Umumnya ciri telat haid karena stres tidak berbeda jauh dengan telat haid yang disebabkan oleh kondisi lain.

Baca Juga:

Mengatasi Nyeri Punggung Bagian Bawah dengan Cara ini

haid
Penyebab memanjangnya siklus dikaitkan dengan naiknya kadar hormon kortisol dalam tubuh. (freepik/freepik)

Siklus haid lebih dari 35 hari


Siklus haid normal berkisar 21-35 hari, yang dihitung mulai dari hari pertama saat terakhir haid. Jika kamu mengalami stres berlebih, siklus haid bisa jadi lebih panjang dapat lebih dari 35 hari. Penyebab memanjangnya siklus dikaitkan dengan naiknya kadar hormon kortisol dalam tubuh.

Kram perut


Gejala berikutnya adalah kram perut. Siklus haid yang memanjang bisa menyebabkan peluruhan lapisan dinding rahim menjadi lebih lama, sehingga memicu terjadinya kram perut. Selain itu, stres juga dapat meningkatkan produksi prostaglandin dalam tubuh. Prostaglandin bertanggung jawab terhadap kram perut, karena senyawa ini yang menyebabkan otot dan pembuluh darah di rahim berkontraksi.

Pendarahan yang banyak


Telat haid karena stres bisa menyebabkan perdarahan yang banyak ketika haid tiba. Ini disebabkan karena tidak seimbangnya hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Baca Juga:

Manfaat Stress Ball untuk Kesehatan Mental dan Fisik

makan
Kehilangan nafsu makan karena stres. (Pexels/Darina Belonogova)

Nafsu makan


Telat haid karena stres dapat menyebabkan nafsu makan berubah. Jika kamu mengalami stres kamu akan tidak memiliki nafsu makan karena terlalu fokus pada stres yang dialaminya.

Gangguan siklus ovulasi


Stres yang panjang dan tidak dicegah bisa membuat pelepasan sel telur ke dalam rahim (ovulasi) menjadi terhambat. Efeknya, siklus haid menjadi terganggu, haid menjadi tidak teratur, atau telat haid.

Untuk mengatasi kondisi ini, tentunya dengan segera mengelola dengan baik agar stres tidak berlebihan sampai mengganggu siklus menstruasi. Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi telat haid karena stres. Seperti berolahraga secara rutin, melakukan teknik relaksasi, bangun suasana hati dengan tayangan yang mengundang gelak tawa seperti tayangan komedi, mengonsumsi makan sehat agar haid kembali lancar, dan berinteraksi dengan orang terdekat agar stres bisa teralihkan dan mereda.

Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter, jika telat haid yang kamu alami sudah lebih dari 35 hari dan disertai dengan gejala lain, seperti nyeri perut, keluar keputihan berbau, atau nyeri setiap berhubungan seks. (zvw)

Baca Juga:

Cara Terapkan Clean Eating dan Pilihan Makanannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Indonesia
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Pemerintah memastikan masyarakat bisa dengan mudah mengecek status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) 2026 hanya lewat HP.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Cara Cek Masuk Daftar PBI JKN 2026 Pakai HP, Biar Akses Kesehatan Gratis Tetap Aman
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Lifestyle
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Ramalan zodiak hari ini 1 September 2026, lengkap dengan asmara, karier, keuangan, dan keberuntungan Aries hingga Pisces. Simak 5 hal yang Taurus wajib waspadai
ImanK - Senin, 31 Agustus 2026
Ramalan Zodiak Hari Ini 1 September 2026: Taurus Wajib Waspadai 5 Hal Ini
Indonesia
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Terjadi lonjakan kasus kanker di Kota Bogor sebesar 138 persen dalam empat tahun terakhir.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Kasus Kanker di Bogor Naik 138 Persen, Mayoritas Payudara dan Paru-Paru
Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Bagikan