Tekanan Darah Tinggi? 3 Hal Ini Bisa Selamatkan Hidupmu

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 29 Desember 2020
Tekanan Darah Tinggi? 3 Hal Ini Bisa Selamatkan Hidupmu

Rutin konsumsi obat yang diresepkan dokter (Foto: 123RF/Andrey Cherkasov)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TEKANAN darah tinggi atau hipertensi disebut silent killer, karena meskipun biasanya tidak menimbulkan gejala, kondisi ini berdampak buruk pada kesehatan kita. Berdasarkan data Riskesdas 2018, diperkirakan ada lebih dari 63 juta orang Indonesia yang menderita hipertensi dan lebih dari 427 ribu orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama dari dua penyakit yang paling ditakuti: serangan jantung dan stroke, serta meningkatkan risiko demensia dan gagal ginjal. Angka-angka tersebut menakutkan, tetapi ada sesuatu yang lebih mengkhawatirkan. Hampir semua kematian, penyakit, dan kecacatan yang disebabkan tekanan darah tinggi dapat dicegah. Sayangnya pencegahan itu tidak dilakukan.

Baca juga:

Kapan Waktu Terbaik untuk Meditasi?

"Sebagai seorang ahli jantung, saya pikir ini tidak dapat diterima, jadi saya telah menemukan tiga hal terpenting yang saya ingin semua pasien saya ketahui tentang menurunkan tekanan darah dan mungkin menyelamatkan nyawa mereka," tulis R. Todd Hurst, MD, FACC, FASE, seorang kardiolog dan Direktur Center for Cardiovascular Health di Banner, AS.

Seperti diberitakan webMD (28/12), gerakan Surgeon General’s Call To Action To Control Hypertension mencatat, hanya 1 dari 4 orang dengan tekanan darah tinggi yang dapat mengendalikan dengan melakukan tiga hal berikut.

1. Ketahui Angka Tekanan Darahmu

Tekanan darah tinggi bisa membahayakan hidupmu (Foto: 123RF/Chutima Chaochaiya)
Tekanan darah tinggi bisa membahayakan hidupmu (Foto: 123RF/Chutima Chaochaiya)

Jika memungkinkan, periksa tekanan darah di rumah. Ada alat potable yang praktis untuk mengecek tekanan darah secara otomastis. Meskipun sangat kamu ingin mengandalkan tekanan darah dari kunjungan dokter, kenyataannya kalau tidak dicek secara teratur, tekanan darah ini cenderung tidak akurat. Sangat penting untuk duduk diam selama 5 menit sebelum melakukannya.

Bila dicatat secara rutin, kamu menjadi yang paling paham dengan tekanan darah sendiri dan dapat membantu dokter dalam pilihan pengobatan terbaik. Bicaralah dengan dokter tentang seberapa sering untuk memeriksa tekanan darah dan kapan waktu idealnya. Jangan lupa kosongkan kandung kemih sebelumnya, dan tunggu setidaknya 30 menit setelah berolahraga, merokok, atau minum kafein.

2. Hindari Penyebab Hipertensi

Ketahui angka tekanan darahmu (Foto: 123RF/serezniy)
Ketahui angka tekanan darahmu (Foto: 123RF/serezniy)

Jika keran dapur bocor dan terus mengalir, kamu tidak akan memperlakukannya dengan hanya membawa pel. Kamu akan mematikan aliran pompa air. Logika yang sama berlaku saat mengatasi hipertensi. Jika kamu mengetahui penyebabnya, pengobatan terbaik adalah menghindarinya.

Penyebab umum tekanan darah tinggi meliputi:

- Gaya hidup sedentari

Hanya dengan meningkatkan aktivitas gerak sederhana dapat menurunkan tekanan darah dan meminimalkan pengobatan.

Baca juga:

Kembung dan Begah Sehabis Makan? Ini

- Konsumsi makanan olahan

Makanan seperti sosis, nugget, makanan dalam kaleng, semua itu biasanya tinggi natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

- Berat badan yang tidak sehat

Kehilangan 5 persen hingga 10 persen dari berat badanmu dapat menurunkan tekanan darah sebanyak atau lebih dari obat apa pun

- Alkohol berlebihan

Lebih dari satu gelas minuman per hari dapat meningkatkan tekanan darah

- Sleep apnea atau gangguan tidur yang tidak diobati

Para ahli memperkirakan 30 persen hingga 50 persen orang dengan tekanan darah tinggi mengalami sleep apnea, sebagian besar tidak diobati. Jika kamu mendengkur, tidak bangun dengan perasaan segar dan cukup istirahat, atau pasanganmu memperhatikan bahwa kamu berhenti bernapas secara berkala saat tidur, tanyakan kepada dokter apakah harus memeriksakan gangguan tidur.

Aldosteronisme primer - Ini adalah masalah hormon yang dulunya dianggap sangat jarang, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal itu relatif umum. Jika tekanan darah tidak terkontrol dengan baik pada beberapa obat, tanyakan kepada dokter apakah kadar aldosteron tinggi bisa menjadi penyebabnya.

Bicaralah dengan dokter tentang apa yang mungkin menyebabkan tekanan darah tinggi. Genetika memang penting, tetapi para ahli memperkirakan setengah atau lebih tekanan darah tinggi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat kita kendalikan.

3. Minum Obat yang Diresepkan Dokter

Rutin konsumsi obat yang diresepkan dokter (Foto: 123RF/Andrey Cherkasov)
Rutin konsumsi obat yang diresepkan dokter (Foto: 123RF/Andrey Cherkasov)

Tidak ada yang suka minum obat. Kita pun harus selektif tentang obat apa pun yang dikonsumsi (termasuk suplemen) dan mengetahui manfaat serta risikonya. Namun, jika kamu tahu tekanan darah secara teratur di atas 130/80 (bahkan setelah melakukan semua yang bisa untuk mengobati penyebab tekanan darah tinggi), tidak minum obat membuatmu berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kematian mendadak.

Obat tekanan darah lini pertama efektif, murah, dan memiliki risiko rendah untuk efek samping. Sangat penting untuk bekerja sama dengan dokter untuk berstrategi mengobati tekanan darah dan mengontrolnya.

Meskipun tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala, pengaruhnya terhadap kesehatanmu berpotensi merusak. Tetapi kamu memiliki kendali lebih dari yang mungkin disadari untuk menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan kematian mendadak. Dengan mengikuti tiga langkah di atas, kamu berada di jalur yang tepat untuk mengontrol tekanan darah. (Aru)

Baca juga:

Sleep Mask Dapat Meningkatkan Kualitas Tidur

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan