MerahPutih.com - Melihat tren peningkatan penjualan motor listrik selama 2023, Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) memprediksi Indonesia bakal menjadi salah satu pusat industri motor listrik dunia.
“Di tahun 2030, penjualan sepeda motor listrik terbesar di dunia akan didapatkan oleh Tiongkok, kedua India, dan ketiga oleh Indonesia. Untuk pasar sepeda motor listrik sendiri Indonesia akan menjadi Nomor 3 terbesar di dunia di tahun 2030, dan ini tidak hanya pasar, tapi peluang basis industri,” kata Sekretaris Aismoli Abdullah Alwi seperti dikutip Antara (25/1).
Ahmad Heri Firdaus, peneliti dan ekonom Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), berpendapat serupa Abdullah.
Ia menyebut Indonesia sebagai salah satu negara pengguna kendaraan roda dua tertinggi di di ASEAN. Rasio kepemilikan sepeda motor sebesar 1:4 atau satu unit sepeda motor per empat penduduk.
Namun, Ahmad mengingatkan tantangan yang dihadapi Indonesia. Antara lain agenda mencapai nol emisi pada 2060. Salah satu caranya adalah mengonversi sepeda motor bensin ke versi listrik.
Baca juga:
Indonesia Disebut Bisa Jadi Pusat Industri Motor Listrik Dunia
Selain itu, jumlah peningkatan populasi sepeda motor listrik di Indonesia masih sangat jauh dari target pemerintah, yaitu 13,5 juta unit penjualan motor listrik pada 2030.
“Terdapat tantangan yang saat sampai saat ini itu masih dirasakan, tidak hanya hal-hal yang bersifat teknis seperti infrastruktur secara keseluruhan, tapi persepsi masyarakat yang masih ragu terkait dengan nanti isi dayanya bagaimana, kemudian daya tahannya, purnajual, dan seterusnya,” ujar Ahmad.
Demi mendukung target tersebut, pemerintah Indonesia telah menawarkan berbagai insentif. Namun langkah-langkah yang ditawarkan oleh pemerintah melalui dorongan regulasi, belum bisa meningkatkan adopsi EV di Tanah Air.
Perusahaan manajemen konsultansi global, Arthur D. Little (ADL), sebelumnya juga telah menerbitkan laporan mengenai pasar mobilitas listrik di Indonesia. Menurut mereka, Indonesia memiliki lima tantangan untuk mengembangkan kendaraan listrik.
ADL dalam studinya telah mengidentifikasi lima tantangan mendasar Indonesia untuk beralih ke kendaraan listrik. Berikut poin-poinnya:
1. Ketergantungan yang kuat pada produksi Original Equipment Manufacturer (OEM) otomotif yang terbatas.
2. Terbatasnya pengembangan infrastruktur pengisian daya.
3. Pemrosesan nikel yang kurang berkembang.
4. Baterai Lithium Ferro Phosphate sebagai ancaman bagi keberadaan Nickel Manganese Cobalt.
5. Keseimbangan antara keterkaitan regional dan prioritas nasional. (dru)
Baca juga: