Kelebihan Motor Listrik Berbaterai Litium
Masyarakat dapat memilih motor berbaterai litium atau SLA berdasarkan kebutuhan masing-masing. (Foto: Pexels/Kindel Media)
MerahPutih.com - Penjualan motor listrik di Indonesia mengalami peningkatan. Pemerintah juga terus menggenjot kepemilikan motor listrik di masyarakat dengan menawarkan subsidi. Juga mengampanyekan keuntungan menggunakan motor listrik.
Di Indonesia, motor listrik terbagi dua jenis: berbaterai litium atau SLA (Sealed Lead Acid). Asosiasi Industri Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menjelaskan keuntungan atau kelebihan motor listrik yang menggunakan baterai berjenis litium.
Baterai litium terbagi dua: Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po). Masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Namun, dibanding baterai SLA, baterai litium dianggap lebih unggul.
Baca juga:
“Baterai SLA sudah pasti lebih murah, tapi secara sifat SLA itu kurang lebih seperti aki kering, sehingga umurnya lebih pendek, bila pemakaiannya rapih mungkin umurnya bisa lebih dari dua tahun, tapi kalau tidak, umurnya bisa setahun hingga dua tahun,” ujar Abdullah Alwi, Sekretaris Aismoli, seperti dikutip Antara (25/1).
Karena itu, motor listrik berbaterai SLA umumnya dijual lebih murah daripada motor listrik berbaterai litium. Sebab, baterai litium memiliki densitas energi yang tinggi sehingga dapat menyimpan energi dalam jumlah yang lebih besar daripada baterai SLA.
Dengan begitu, pengguna dapat memakai motor listrik lebih lama sebelum mengisi ulang daya baterai.
Baterai litium juga lebih kecil dan memiliki umur pakai yang lebih panjang dibandingkan dengan jenis baterai lainnya. Baterai ini bisa bertahan hingga beberapa tahun dengan pemeliharaan yang baik.
Meski begitu, ini bukan berarti motor listrik berbaterai SLA tidak layak dibeli. Menurut Abdullah, masyarakat dapat memilih motor berbaterai litium atau SLA berdasarkan kebutuhan masing-masing.
“Tergantung kebutuhan pemakaian, untuk dipakai ringan seperti hanya mengantar anak sekolah, atau kebutuhan mobilitas tinggi,” sebut Abdullah. (dru)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Pasar Kendaraan Listrik Terancam Stagnasi, Perlu Insentif Baru
Honda Ubah Logo H Legendaris, Desain Baru Debut Mulai 2027
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi
VinFast Indonesia Ungkap Visi Strategis di Balik Pabrik EV Subang
Penutupan Feders Gathering 2025 Jadi Ajang Temu Komunitas Motor Matic
Peduli Bencana Sumatera Utara: Bantuan Pakaian dan Layanan Penggantian Oli Gratis untuk Warga Terdampak
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
VinFast Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik di Subang, Tegaskan Komitmen Lokalisasi di Indonesia
Riding Bareng hingga Sharing Session, 'Sowan Nyaman' Rangkul Komunitas Motor Matic