Tanpa Kita Sadari, Kebiasaan Sederhana Ini Merusak Tubuh

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 26 November 2020
Tanpa Kita Sadari, Kebiasaan Sederhana Ini Merusak Tubuh

Terlihat sederhana, kebiasaan ini ancam kesehatan (Foto: Pexels/Marcus Aurelius)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBIASAAN yang kita lakukan sehari-hari tidak selalu sesederhana yang terlihat. Beberapa di antaranya memiliki risiko. Sementara yang lainnya mungkin benar-benar berbahaya. Kebiasaan apa sajakah itu?

1. Menyilangkan kaki

Kebiasaan menyilangkan kaki sebabkan varises (Foto: Pexels/Ekaterina Bolovtsova)
Kebiasaan menyilangkan kaki sebabkan varises (Foto: Pexels/Ekaterina Bolovtsova)

Dalam beberapa kesempatan, secara refleks kita suka menyilangkan kaki. Meskipun tidak memberi efek secara langsung seperti kaki pegal-pegal atau keseleo, kebiasaan ini membahayakan kesehatanmu. Banyak penelitian mengkonfirmasi bahwa duduk dengan kaki menyilang, baik di kursi atau di lantai menyebabkan hipertensi, varises, dan kerusakan saraf.

Baca juga:

Quinoa Sebagai Pengganti Nasi, Lebih Sehat dan Kaya Manfaat

2. Mengenakan kacamata hitam berkualitas buruk

Pakai kacamata berkualitas rendah dapat merusak retina mata (Foto: Pexels/oziel gómez)
Pakai kacamata berkualitas rendah dapat merusak retina mata (Foto: Pexels/oziel gómez)

Agar tetap tampil bergaya namun tidak mengeluarkan biaya mahal, kita kerap kali tergoda untuk membeli kacamata hitam dengan harga terjangkau. Padahal hal itu bisa berbahaya bagi kesehatan mata. Produsen menggunakan plastik murah yang tidak melindungi matamu dari UV.

Ketika kamu menggunakannya di bawah sinar matahari yang cerah, itu menyebabkan luka bakar retina. Bayangan membuat pupilmu membesar dan menerima ultraviolet dosis ganda. Ini bahkan lebih berbahaya daripada tidak memakai kacamata hitam sama sekali. UV berlebih dapat menyebabkan kerusakan mata, katarak, bahkan kanker mata.

3. Makan di meja kerja

Makan di meja kerja membuat makanan sulit tercerna (Foto: Pexels/Ekaterina Bolovtsova)
Makan di meja kerja membuat makanan sulit tercerna (Foto: Pexels/Ekaterina Bolovtsova)

Demi menghemat waktu saat dikejar deadline pekerjaan kita kerap kali memilih makan di meja kerja. Meskipun sekilas terlihat tidak beresiko, makan di meja kerja sangat berbahaya. Ada banyak bakteri yang terakumulasi di meja kerja dan tidak terlalu baik untuk pencernaan.

Baca juga:

Hati-hati, White Noise Bisa Ganggu Tidurmu

Selain itu otakmu perlu istirahat, kakimu perlu bergerak, dan perutmu tidak dapat mencerna makanan dengan baik karena otak tidak berkonsentrasi untuk mengonsumsinya. Jika fakta itu belum cukup untukmu, ingatlah bahwa bau makanan dapat mengganggu rekan kerja.

4. Mengenakan alas kaki terbuka

Pakai alas kaki terbuka saat musim panas (Foto: Pexels/Luis Quintero)
Pakai alas kaki terbuka saat musim panas (Foto: Pexels/Luis Quintero)

Mengenakan pakaian terbuka adalah suatu kebiasaan yang dilakukan banyak orang di musim panas, termasuk alas kaki. Kendati terasa nyaman, hal tersebut beresiko. Apa risikonya? Ada kemungkinan besar kaki akan terluka saat memakai alas kaki yang terbuka. Luka sekecil apa pun, baik itu gigitan serangga atau melepuh karena sengatan matahari membuat kaki mudah terinfeksi. Pada akhirnya infeksi itu bisa menyebar ke seluruh tubuh.

5. Minum susu bebas lemak

Minum susu bebas lemak (Foto: Pexels/Pixabay)
Minum susu bebas lemak (Foto: Pexels/Pixabay)

Bagi orang yang sedang menjalankan diet, susu bebas lemak sepertinya ide yang bagus. Faktanya, kandungan yang terdapat di susu tanpa lemak jauh dibandingkan susu dengan lemak. Ketika lemak diekstraksi dari susu, vitamin akan menyertainya, digantikan oleh zat sintetis yang tidak cukup baik untuk tubuhmu.

Banyak produsen "memperkuat" susu bebas lemak dengan menambahkan susu bubuk, yang dapat mengoksidasi kolesterol dalam susu. Belum ada bukti klinis, tetapi hewan yang mengonsumsi kolesterol teroksidasi diketahui mengalami penumpukan plak arteri yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung. (Avia)

Baca juga:

Bagian Tubuh yang Bisa Menjadi Sarang Kuman Jika Jarang Dibersihkan

#Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Bagikan