Talasemia Bisa Dicegah dengan Deteksi Dini
Talasemia dapat menyerang bayi yang akan lahir. (Foto: Unsplash/Caleb Woods)
MerahPutih.com - Belum ditemukan metode pengobatan yang bisa menyembuhkan talasemia. Tiap bayi yang akan lahir berisiko membawa penyakit tersebut.
Sebanyak 300 ribu hingga 500 ribu bayi lahir dengan talasemia mayor. Bahkan, 80 persen dari jumlah tersebut berada di negara berkembang dan berpenghasilan rendah serta menengah.
"Diestimasikan sekitar 2.500 bayi terlahir dengan talasemia beta mayor setiap tahunnya di Indonesia," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Eva Susanti dalam temu media secara daring di Jakarta, Selasa (7/5) seperti dilansir Antara.
Meski begitu, talasemia dapat dicegah melalui deteksi dini dengan cara skrining. Apabila ditemukan pembawa talasemia, maka sebaiknya sesama pembawa penyakit ini tidak melakukan pernikahan.
Baca juga:
"Jika kita bisa mengidentifikasi dan mengedukasi para pembawa sifat agar tidak menikah dengan sesama pembawa sifat sehingga kita dapat mencegah kelahiran bayi talasemia mayor pada setidaknya kemungkinan pernikahan 50 persen pembawa sifat ini," ujarnya.
Indonesia, lanjut Eva, menjadi negara yang cukup banyak memiliki kasus talasemia. Sebanyak 3 hingga 10 persen populasi Indonesia merupakan pembawa sifat talasemia beta dan 2,6-11 persen merupakan pembawa sifat talasemia alpha.
Talasemia merupakan penyakit kelainan darah nan diwarisi oleh orang tua kepada anak. Penyakit ini membuat protein yang berfungsi untuk menciptakan hemoglobin utama manusia berkurang atau tidak terbentuk.
Tak hanya menyerang fisik, talasemia juga dapat memberikan efek terhadap kondisi psikis penderitanya.
Baca juga:
"Tidak jarang perubahan fisik pada penyandang juga menjadi ejekan di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari, sehingga kita penting untuk bisa meminimalisir hal tersebut," tutupnya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya