Gaya Hidup Sehat Mengurangi Risiko Penyakit Kematian
Berolahraga secara teratur membantu tetap sehat. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
MerahPutih.com – Tahukah kamu kalau menerapkan pola gaya hidup sehat dapat mengurangi risiko penyakit kematian dini? Hal itu lantaran seseorang yang tidak merokok, makan sehat, berolahraga secara teratur, mempertahankan tekanan darah yang sehat, kadar gula darah dan kolesterol, serta mempertahankan berat badan normal semakin kecil kemungkinannya untuk terkena masalah penyakit serius terutama kematian.
Seperti yang dikabarkan American Heart Association (AHA), mereka merekomendasikan fokus baru pada pencegahan mengurangi perkembangan faktor risiko penyakit kardiovaskular (CVD) sebagai bagian dari tujuan dampak 2020 untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular populasi (CVH) sebesar 20 Persen dan mengurangi kematian CVD sebesar 20 Persen.
Baca juga:
Tidak hanya itu, menurut data dari Framingham Heart Study (FHS) menyebutkan bahwa peneliti dari Boston University School of Medicine mengamati peserta selama sekitar 16 tahun dan menilai perkembangan penyakit atau kematian.
“Hasil kami menunjukkan bahwa hidup dalam jangka waktu yang lebih lama di masa dewasa dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik akan berpotensi bermanfaat tanpa memandang usia. Secara keseluruhan, temuan kami menggarisbawahi pentingnya mempromosikan perilaku sehat sepanjang perjalanan hidup,” tulis Vanessa Xanthakis, PhD FAHA, Asisten Profesor Kedokteran di BUSM dan Penyelidik untuk FHS, dikutip dari BUMC.BU, Selasa (30/4).
Oleh karena itu, peneliti berharap penelitian ini akan membantu orang memahami pentingnya mencapai kesehatan kardiovaskular yang ideal di awal kehidupan dan memotivasi mereka untuk mempertahankan gaya hidup sehat.
Baca juga:
“Di tingkat komunitas, ini secara keseluruhan akan membantu mengurangi morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit ginjal kronis, dan kematian selama akhir masa dewasa,” ucapnya. (Chn)
Bagikan
Chindy Aprilia Pratiwi
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya