Tak Percaya Bakal Perang Dunia, Begini Pandangan SBY tentang Konflik Iran-Amerika

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 08 Januari 2020
Tak Percaya Bakal Perang Dunia, Begini Pandangan SBY tentang Konflik Iran-Amerika

SBY (tengah) bersama Bill Clinton dan George HW Bush. (Foto: Facebook/SBY)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono berharap semua pihak dapat menahan diri dalam ekskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.

"Harapan saya adalah apa yang harus dilakukan oleh Amerika Serikat, Iran, dan Irak dan juga dunia pada umumnya, agar sebuah peperangan di kawasan yang rakyatnya sudah cukup menderita itu dapat dicegah dan dihindari," tulis SBY seperti dikutip di Jakarta, dari akun Facebook resminya, Rabu (8/1).

Baca Juga:

Misil Iran Hantam Dua Pangkalan Militer AS di Irak

SBY berharap agar para pemimpin dunia serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat terus menyerukan perdamaian dan tidak melakukan pembiaran atas segala bentuk tindakan yang dapat mengancam umat manusia yang ada di Timur Tengah.

"Terlalu berbahaya jika nasib dunia, utamanya nasib 600 ratus juta lebih saudara-saudara kita yang hidup dan tinggal di kawasan itu, hanya diserahkan kepada para politisi dan para jenderal Amerika Serikat, Iran dan Irak," kata SBY.

"Timur Tengah dan bahkan dunia akan bernasib buruk jika para politisi, diplomat dan jenderal di negara-negara itu melakukan kesalahan yang besar," tutur dia.

SBY tidak percaya krisis di Timur Tengah akan menjurus ke sebuah perang besar, apalagi perang dunia. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku punya hak untuk cemas dan sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia agar tidak abstain dan tidak melakukan pembiaran.

SBY mengatakan, meskipun seolah saat ini mata dunia tertuju kepada Iran, Irak dan Amerika Serikat, namun peran negara lain seperti Rusia, Turki, Israel, Suriah, Saudi Arabia, Libya, Mesir, Qatar, Afghanistan, dan Yaman, serta sejumlah negara NATO dan lainnya tidak bisa diabaikan.

Tokoh AS dan Iran (Ant)
Tokoh AS dan Iran (Ant)

Ia mengatakan, andaikan situasi makin memburuk dan belasan negara itu melibatkan diri dalam posisi yang berhadap-hadapan, keadaan akan menjadi menakutkan.

"Itulah sebabnya sebagian dari kita mulai bertanya, jangan-jangan perang dunia yang kita takutkan terjadi lagi. Akankah ke situ?" ujar SBY.

Dia mengatakan, para pemimpin dunia tidak boleh berdiam diri. Para pemimpin dunia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menurutnya harus melakukan sesuatu.

SBY menegaskan, Timur Tengah dan bahkan dunia akan bernasib buruk jika para politisi, diplomat, dan jenderal di negara-negara tersebut melakukan kesalahan yang besar. Menurut dia, risikonya bisa memunculkan terjadinya tragedi kemanusiaan yang juga besar.

Baca Juga:

Situasi Iran dan Irak Memanas, WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Dia menekankan pascatewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat beberapa hari lalu, siang dan malam dirinya mengikuti pemberitaan media internasional. SBY meyakini tidak ada yang berani memastikan perang itu pasti terjadi atau sebaliknya.

"Saya orang biasa dan tak punya kekuasaan yang formal. Namun, sebagai warga dunia yang mencintai perdamaian dan keadilan, secara moral saya merasa punya kewajiban untuk mengungkapkan pendapat," jelasnya.

Ia mengingatkan kepada para pihak yang berharap dunia menjadi lebih aman dan damai pada tahun ini harus bersiap kecewa bahkan frustrasi.

Kendati demikian, SBY tidak percaya krisis di Timur Tengah akan menjurus ke sebuah perang besar, apalagi perang dunia.

"Tidak ada tanda-tanda untuk itu. Yang terjadi, di awal tahun baru ini, kawasan Timur Tengah kembali membara," kata SBY. (Knu)

Baca Juga:

Selain IHSG, Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Ikut Terdampak 'Counter Attack' Iran

#Iran #SBY
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Bagikan