Tak Mau Belajar, Ayah Seret Anak Sejauh 100 Meter Seperti Anjing

Selvi PurwantiSelvi Purwanti - Selasa, 26 Mei 2015
Tak Mau Belajar, Ayah Seret Anak Sejauh 100 Meter Seperti Anjing

Ayah dan anak (Shanghaiist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional – Heboh sebuah video rekaman sadis yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya beredar di Internet. Video tersebut mendapat banyak kecaman dari para netizen yang melihat sikap kasar seorang ayah pada putranya.

Dalam video tersebut terlihat, seorang ayah yang mengikat tali ke leher putranya dan menyeretnya ke tanah. Video tersebut diambil di provinsi Zhejiang, Tiongkok. Para netizen merasa geram dan memberikan kecaman kepada ayah di dalam video tersebut.

Anak laki-laki itu diketahui berusia 10 tahun, ia terlihat menangis dan menjerit kesakitan setelah sang ayah mengeluarkannya dari dalam mobil dan menyeretnya dengan tali sepanjang 100 meter. Pria tersebut juga berteriak dan mengatakan jika anaknya memang seperti anjing.

Videonya bisa disimak di portal shanghaiist

Sang ayah yang bekerja sebagai sopir truk mengaku kepada polisi jika dirinya sudah kehilangan kesabaran, karena anaknya yang selalu saja bermain sepanjang waktu dan tidak memiliki waktu untuk belajar. Menurutnya, cara dia menghukum sang anak itu pantas untuknya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini, dan sedang mempertimbangkan apakah sang ayah akan dikasih hukuman atas perbuatan kasarnya kepada sang anak. Seperti yang dilansir dari shanghaiist.

Baca Juga:

Macho Cafe Suguhkan Pelayan Bertubuh Kekar

Heboh Gambar Mata Satu di Kafe Putra Jokowi

Mobil Ini Dirancang Layaknya Kafe Berjalan

Tren Kafe Burung Hantu di Jepang

Kafe Dengan Para Pelayan Topless

#Tindak Kekerasan #Kekerasan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Selvi Purwanti

Simple, funny and passionate. Almost unreal
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zero tolerance terhadap kekerasan di pesantren dan memperkuat pengawasan serta pembinaan lembaga pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
Menag Nasaruddin Umar Tegas: Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan dan Pelecehan di Pesantren
Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Polisi segera mengambil tindakan tegas dengan menyeret dua orang terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Indonesia
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Presiden RI, Prabowo Subianto, meneken Perpres RAN PE. DPR pun mengapresiasi pencegahan terorisme.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Prabowo Teken Perpres RAN PE, DPR Apresiasi Pendekatan Cegah Terorisme
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Bagikan