Tak Bisa Tunjukkan Kartu Vaksin, Ratusan Pengunjung Ditolak Masuk Mal

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 31 Agustus 2021
Tak Bisa Tunjukkan Kartu Vaksin, Ratusan Pengunjung Ditolak Masuk Mal

Pengunjung mulai memadati mal setelah adanya pelonggaran aturan PPKM. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengelola Solo Grand Mal (SGM) mencatat sebanyak ratusan orang ditolak masuk mal. Penolakan tersebut dilakukan karena menunjukkan kartu fisik bukti vaksin saat akan masuk mal.

Padahal, sesuai aturan SE Wali Kota pengunjung yang masuk mall dan pusat perbelanjaan harus menunjukkan bukti vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga

Patuhi Inmendagri, Pemkot Solo Buka Mal dengan Syarat Tunjukkan Sertifikat Vaksin

Public Relation Solo Grand Mal (SGM), Ni Wayan Ratrina mengatakan, hasil evaluasi sepekan dibukanya mall masih banyak ditemukan pelanggaran. Pelanggaran terbanyak terkait aturan masuk mall yang masih belum sesuai aturan, yakni hanya menggunakan kartu vaksin yang dicetak.

"Kami menolak jika ada pengunjung yang menggunakan kartu vaksin yang dicetak. Sesuai SE Wali Kota harus menggunakan aplikasi Peduli Lindungi," kata Ratrina, Selasa (31/8).

Ia mengatakan ada sekitar ratusan pengunjung yang masuk menunjukkan bukti kartu fisik, terpaksa ditolak. Pelanggaran lainnya masih ada lansia dan anak-anak hendak masuk mall juga ditolak.

"Ada lansia dan anak-anak hendak masuk mal kita tolak. Mereka yang bisa masuk mal kita sediakan tempat khusus untuk menunggu kuargaanya," katanya.

Pengunjung mulai memadati mall setelah adanya pelonggaran aturan PPKM. (MP/Ismail)
Pengunjung mulai memadati mal setelah adanya pelonggaran aturan PPKM. (MP/Ismail)

Ia tidak menampik antusias masyarakat untuk datang ke mall sangat luar biasa. Hal ini wajar setelah selama dua bulan mall tutup total akibat kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Level 4.

"Data kami jumlah pengunjung pada Sabtu mencapai 5.000 orang dan Minggu 6.000 orang," kata dia

Meskipun jumlah pengunjung banyak, kata dia, aturan 50 persen kapasitas tetap dipatuhi. Persoalan lain yang masih jadi perhatian karena masih belum bisa mendownload aplikasi PeduliLindungi karena memori ponsel penuh.

"Kami terus berikan sosialisasi agar masyarakat tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dan masuk mal menggunakan Aplikasi PeduliLindungi," kata dia

Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Arif Darmawan menambahkan, jumlah pengunjung di mall terus bertambah setelah adanya pelonggaran aturan PPKM. Pengunjung terbanyak pada akhir pekan.

"Itu yang harus kita waspadai. Jangan sampai kapasitas 50 persen dilanggar. Kami minta pengelola mal patuhi aturan SE Wali Kota," kata Arif.

Ia mengatakan pengetatan pengawasan akan dilakukan bersama TNI-Polri. Pendirian posko bersama akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran di mall. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Mal di Solo Uji Coba Aplikasi Peduli Lindungi

#PPKM #PPKM Level 1-4 #Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Indonesia
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Pemkot Solo akan membuat program supaya Solo masuk lima besar kota paling toleransi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Indonesia
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Massa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak prorakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Bagikan