Kesehatan

Tablet Tambah Darah Penting bagi Anak Perempuan, begini Cara Konsumsinya

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 17 Juli 2024
Tablet Tambah Darah Penting bagi Anak Perempuan, begini Cara Konsumsinya

Anak perempuan butuh tablet penambah darah.(foto: Pexels.com/pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - TABLET tambah darah (TTD) masih dianggap kurang penting dikonsumsi bagi perempuan. Padahal, TTD sendiri punya manfaat yang signifikan untuk masa depan anak perempuan.

Seperti dikabarkan Puskesmasandalas.padang.go.id, anak perempuan lebih rentan mengalami kondisi anemia. Dalam data Riskedas 2013, sebanyak 22,7 persen penderita anemia ialah anak perempuan di bawah 15 tahun. Sementara itu, sebanyak 37,1 persen anemia dialami perempuan hamil.

Perempuan lebih rentan mengalami anemia karena tumbuh kembang yang menyasar pada hormonal. Seperti yang diketahui perempuan muda mengalami menstruasi. Pada masa itu, anak perempuan mengalami pubertas dan tubuh mengalami pertumbuhan pesat.

Sangking pesatnya pertumbuhan tubuh anak perempuan, dibutuhkan zat besi. Namun, kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi karena pola hidup yang kurang baik dan gizi seimbang yang tidak terpenuhi. Dampaknya, perempuan muda yang mengalami kekurang zat besi pada masa mudanya, ketika di masa depan mengandung risiko mengalami anemia makin tinggi.

Dampaknya anemia pada perempuan hamil sangat kompleks. Pertama m=berbahya bagi kesehatan ibu hamilnya dan kedua berbahaya bagi kesehatan anak bayinya.

Angka Kematian Ibu ( AKI ) 2015 menyebutkan dari 100.000 kelahiran bayi ada sebanyak 305 kasus penyebab utama kematian ibu adalah pre eklampsia dan eklampsia 32,4 persen, serta perdarahan pasca persalinan 20,3 persen. Semua itu merupakan faktor anemia yang terjadi pada ibu hamil. Berikut ketentuan mengonsumsi TTD bagi perempuan.

1. Konsumsi tablet 1 kali dalam sepekan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di Indonesia, maka pemerintah telah menetapkan kebijakan pemberian tablet tambah darah (TTD) pada rematri dilakukan setiap 1 kali seminggu.

Disebutkan bahwa konsumsi zat besi terus menerus tidak akan menimbulkan keracunan, pasalnya tubuh mempunyai sifat autoregulasi zat besi.

2. Konsumsi menjelang tidur

Kendati begitu signifikannya manfaat TTD bagi tubuh, hal yang harus diperhatikan dalam konsumsi TTD sendiri menyisakan efek samping seperti nyeri atau perih di ulu hati, mual muntah dan tinja berwarna hitam. Sehingga dianjurkan minum TTD setelah makan atau malam sebelum tidur, guna mengurangi gejala.

3. Konsumsi TTD diimbangi dengan makanan yang bantu penyerapan zat besi

Supaya kerja TTD mendompleng zat besi dalam tubuh, lebih baik konsumsi bahan makan yang meningkatkan penyerapan zat besi, misalnya konsumsi buah. Bisa dengan buah jeruk, pepaya, mangga, jambu biji yang intinya mengandung vitamin c.

Kemudian dibantu dengan mengkonsumsi sumber protein hewani, yakni hati, ikan, unggas, dan daging.

4. Diminum dengan air mineral dan minim kalsium

Saat ingin mengkonsumsi TTD, jangan dipadukan dengan mengkonsumsi obatan yang kandungannya kalsium tinggi, jangan didampingi dengan teh, kopi. Sebab hal-hal tersebut menghambat penyerapan zat gizi tubuh.(tka)

Baca juga:

8 Buah Ini Membantu Mengatasi Anemia

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Bagikan