Kesehatan

Supaya Tubuh Sehat, Tetaplah Makan Selama Diet

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 26 Januari 2024
Supaya Tubuh Sehat, Tetaplah Makan Selama Diet

Yang terpenting adalah kamu harus menjaga porsi makan yang seimbang dengan sayur. (Foto: Pexels/Ella Olsson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Diet tak berarti mengurangi makan atau tak makan nasi sama sekali. Selama bisa mengatur porsi makan dengan jumlah sayur yang dikonsumsinya, seseorang bisa diet sambil tetap makan nasi.

Pendapat ini tentu bertentangan dengan kepercayaan umum selama ini. Namun, begitulah saran dari dr. Steffi Sonia M.Gizi Sp.GK (K), dokter spesialis gizi klinik RS Cipto Mangunkusumo, dalam diskusi daring Kamis (25/1), seperti dikutip Antara.

"Sarannya kalau mau menjaga kesehatan sesuai dengan Piring Makanku yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan itu sudah jelas dari rasio satu piring sebenarnya antara nasi sama sayur minimal setara dan sama banyaknya," kata Steffi dalam diskusi kesehatan yang diikuti secara daring, Kamis.

Piring Makanku adalah anjuran konsumsi bagi rakyat Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan gizi seimbang.

Baca juga:

Menjalani Diet Sehat dengan Tempe

Piring Makanku terdiri dari konsumsi makanan pokok, lauk pauk terdiri dari hewani dan nabati, sayur dan buah disertai konsumsi air putih, membatasi gula, garam dan minyak serta mencuci tangan.

"Makan itu sebaiknya bukan sekadar kenyang, tetapi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh," tulis laman sehatnegeriku.kemkes.go.id.

Steffi menjelaskan bahwa banyak orang terkecoh dengan orang yang mengaku makan sedikit, padahal kalori di porsinya justru berlebih.

Contohnya saat makan gorengan. Meskipun cuma sepotong, gorengan tersebut mengandung minyak lemak dengan kalori tinggi.

Contoh lainnya camilan kue kering, terutama yang berbahan dasar mentega atau margarin. Ini juga mengandung banyak kalori meskipun ukuran potongnya kecil.

Jika jumlah kalori tidak diatur, akan ada penumpukan lemak sehingga berat badan menjadi naik dan berujung obesitas.

Stefi juga memberitahu bahwa satu jenis makanan bisa berubah kalorinya jika pengolahannya berbeda.

"Nasi putih dengan nasi goreng, secara teori, nasi goreng kalorinya lebih tinggi," tambah Steffi.

Baca juga:

Rekomendasi Lima Sayuran untuk Pola Diet Sehat

Jika punya dana lebih dan ingin mengganti nasi putih dengan yang tinggi serat, Steffi menganjurkan nasi merah atau nasi cokelat.

Meski begitu, yang terpenting adalah kamu harus menjaga porsi makan yang seimbang dengan sayur. Selain nasi merah, sumber karbohidrat lainnya juga bisa didapatkan dari kentang, ubi, dan singkong.

"Bukan berarti yang lain semua aman, tetap saja porsi harus dijaga. Mau dengan kentang, ubi, singkong semua pengganti makanan pokok tetap harus dijaga porsinya, perbandingannya sama seperti nasi dan sayur minimal sama banyaknya itu yang bikin lama kenyangnya," kata Steffi.

Jadi, jelas, ya, diet bisa tetap sehat dan berhasil dengan meneruskan makan pakai cara tadi. (dru)

Baca juga:

Diet Sehat Bantu Lawan Depresi Pada Pria Muda

#Diet #Kesehatan #Makan Sehat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan