Menjalani Diet Sehat dengan Tempe

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 26 April 2023
Menjalani Diet Sehat dengan Tempe

Tempe mengandung protein tinggi, vitamin, dan mineral yang bisa membantu kamu menjalani diet sehat. (Pixabay/Bintang Galaxy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKANAN yang terbuat dari kacang kedelai ini memiliki protein yang tinggi dan mudah ditemukan dan diolah. Makanan tinggi protein ini mengandung beberapa vitamin dan mineral yang dapat membantu kamu menjalani diet sehat.

“Dalam 84 gram tempe, terdiri dari 162 kalori, 15 gram protein, 9 gram karbohidrat, dan 9 gram lemak,” tulis laman Halodoc.

Baca Juga:

Cara Kembalikan Usia Biologis yang Hilang Akibat Stres

tempe
Tempe punya banyak manfaat lain, salah satunya adalah menjaga kesehatan jantung. (Pexels/cottonbro studio)

Tidak hanya itu, beberapa jenis vitamin dan mineral lainnya juga terkandung dalam tempe. Seperti sodium, zat besi, kalsium, isoflavon, riboflavin, magnesium, fosfor, hingga mangan. Kandungan vitamin dan mineral yang lengkap membuat tempe menjadi makanan yang baik untuk menjalani diet.

Proses fermentasi membuat tempe membuatnya menjadi makanan prebiotik. Kandungan ini bisa membuat saluran pencernaan kamu menjadi lebih sehat. Selain itu, kandungan protein yang tinggi dalam tempe sangat baik buat kamu yang sedang menjalankan diet.

“Mengonsumsi tempe juga dapat menyebabkan kamu merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi rasa lapar,” tulis Halodoc.

Kandungan protein dapat merangsang termogenesis dalam tubuh yang membuat tubuh akan mengalami peningkatan metabolisme dan membantu pembakaran kalori lebih banyak setelah makan.

Baca Juga:

Taiwan Temukan Zat Penyebab Kanker dalam Mi Instan Indonesia

tempe
Kandungan prebiotuk yang dapat dari proses fermentasi bisa membantu saluran pencernaan lebih sehat. (Pixabay/Mochawalk)



Konsumsi tempe saat diet bisa membantu kamu untuk menurunkan atau menjaga berat badan untuk tetap stabil. Akan tetapi, pengolahan tempe yang tepat juga harus kamu perhatikan agar tidak menambah kalori bagi tubuh.

Selain untuk membantu kamu menjalani diet, tempe juga memiliki banyak manfaat yang bisa rasakan. Kandungan isoflavon dalam tempe dinilai bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung. Isoflavon ini dapat menurunkan kolesterol yang berpotensi memicu gangguan jantung. Selain itu juga dapat menjadi sumber antioksidan bagi tubuh yang dapat menangkal radikal bebas dan mencegah kerusakan oksidatif pada sel.

Tempe pun menjadi salah satu makanan yang mengandung kalsium yang tinggi. Dengan begitu, mengonsumsi tempe bisa membantu kamu memperkuat tulang dan menghindari tulang dari berbagai gangguan kesehatan.

Perlu diperhatikan, walaupun tempe memiliki banyak manfaat bagi tubuh, tetapi tidak semua orang bisa mengonsumsi tempe. Kalau kamu memiliki riwayat alergi terhadap kacang atau kacang kedelai, sebaiknya hindari konsumsi tempe karena dapat memicu gejala alergi dalam tubuh. (vca)

Baca Juga:

Panduan WHO untuk Bebas dari Malaria

#Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan