Kuliner

Restoran Sunda Laksana, Oase Suasana Pedesaan di Tengah Kota Bandung 

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 29 Desember 2023
 Restoran Sunda Laksana, Oase Suasana Pedesaan di Tengah Kota Bandung 

Restoran Sunda Laksana Bandung hadirkan suasana pedesaan di tengah kota.(foto: Dok Humas Bandung)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI tengah keramaian Kota Bandung, ada oase menenangkan dengan suasana pedesaan. Restoran Sunda Laksana mengajak pengunjung menikmati sajian khas sambil menenangkan diri dari keriuhan kota.

Restoran yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, ini suasana pedesaan di tengah Kota Bandung terasa begitu kental. Selain suasananya yang mendukung, menu makanan di Laksana cabang Ahmad Yani ini disebut sebagai another level of masakan Sunda, loh.

BACA JUGA:

Bakso di Kota Bandung Membawa Kebahagiaan Liburan Nataru

Ada banyak cara menikmati waktu sambil berkumpul dan menyantap makanan Sunda di sini. Mulai dari lesehan atau menggunakan aula dengan kapasitas sekitar 60 orang. Jika kamu menyukai suasana pedesaan sambil menikmati gemercik air sembari berbincang dan bermain bersama anak, cobalah memesan tempat saung dan lesehan. Di sini, ada cukup banyak saung yang bisa menampung sekitar 8-10 orang.

sunda laksana bandung
Tersedia saung yang bisa menampung 8-10 orang.(foto: Dok humas bandung)

Varian menu di Sunda Laksana cabang Ahmad Yani juga mengingatkan kita pada makanan khas Jawa Barat yang mungkin lebih dikenal generasi terdahulu. Ada ampas kecap atau picung yang disebut sebagai menu osengan andalan mereka.

Selain itu, ada juga beberapa menu andalan yang bisa kamu cicipi, mulai dari gepuk, babat raweuy, hingga tamusu. Sembari menikmati makanan, kamu bisa menikmati sesi live music. Jangan lewatkan juga menyesap kopi di kedai kopi restoran ini. Sesi live music digelar pada akhir pekan, yakni pada Sabtu mulai pukul 17.00-21.00 WIB.

BACA JUGA:

Outlet Dapur Cokelat di Jakarta Selatan Hadirkan Suasana Lebih Nyaman

"Rumah makan legendaris ini merupakan cabang kesembilan dari total 11 cabang restoran Sunda Laksana yang ada," kata General Manajer Sunda Laksana cabang Ahmad Yani, Bidi Ashri Medini. Menurutnya, keunggulan cabang Ahmad Yani ini ialah area yang lebih luas. Dengan begitu, selain untuk kumpul keluarga, area yang ada juga memungkinkan anak-anak bermain di luar ruangan dan menikmati suasana ala perdesaan.

Dari segi menu, Bidi menyebut ada belasan jenis osengan yang bisa dicoba dan sulit ditemui di tempat lain. “Salah satu keunggulannya selain areanya luas, ya. Kami ini sekitar 4.000 meter persegi luasnya. Juga menu di kami varian osengannya cukup banyak,” ujarnya.

sunda laksana
Varian menu oseng yang beragam.(foto: Dok Humas bandung)

Bidi menyebut harga menu di Sunda Laksana cabang Ahmad Yani terbilang relatif terjangkau jika mempertimbangkan berbagai fasilitas dan kenyamanan yang bakal kamu dapatkan. “Soal harga, kalau menurut saya, masih reasonable. Ditambah suasana ala perdesaan juga. Kami yakin pengunjung akan betah. Karena bawaannya nyaman, kayak sehabis makan itu kepengen lesehan, duduk, menikmati suasana. Coba deh,” katanya.

Di momen liburan Tahun Baru, Bidi mengajak pengunjung yang sedang mencari tempat berkumpul keluarga, berburu masakan Sunda untuk mampir ke Laksana cabang Ahmad Yani. “Sudah waktunya masakan Sunda itu banyak dikenal orang. Di sini, kami sebut another level of masakan Sunda. Jadi, harus coba,” ajaknya.

sunda laksana
Punya area yang luas.(foto: dok humas bandung)

Kamu bisa melihat cek Restoran Sunda Laksana cabang Ahmad Yani melalui akun instagram @laksana_ahmadyani. Selamat berlibur akhir tahun di Kota Bandung.(Imanha/Jawa Barat)

BACA JUGA:

Tren Kuliner di Indonesia Sepanjang 2023

#Kuliner #Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Bagikan