Kesehatan

Smartphone Tingkatkan Risiko Kena Kanker Sampai 60 Persen?

annehsannehs - Senin, 12 Juli 2021
Smartphone Tingkatkan Risiko Kena Kanker Sampai 60 Persen?

Jangan terlalu sering bermain ponsel. (Foto- Pexels/Tracy Le Blanc )

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SMARTPHONE telah menjadi kebutuhan esensial dalam kehidupan manusia di era kontemporer. Kamu pun tidak akan merasa asing lagi ketika melihat orang yang berjalan sambil bermain ponsel, telepon, atau bahkan video call.

Sayangnya, perangkat canggih ini mampu memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatanmu. Daily Mail menyiarkan puluhan penelitian mengklaim penggunaan ponsel pintar selama 17 menit per hari selama lebih dari sepuluh tahun mampu meningkatkan risiko pengembangan kanker ganas hingga 60 persen.

Baca juga:

Hindari Penggunaan Ponsel Pintar pada Saat-saat Penting Ini!

Penggunaan ponsel selama bertahun-tahun bisa meningkatkan risiko kanker. (Foto Trustted Reviews)
Penggunaan ponsel selama bertahun-tahun bisa meningkatkan risiko kanker. (Foto: Trustted Reviews)

Penelitian yang kontroversial ini melibatkan analisa statistik dari 46 studi dari Amerika Serikat, Swedia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru tentang penggunaan ponsel dan kesehatan. Semuanya dilakukan oleh para ahli dari UC Berkeley dan telah dipublikasikan pada International Journal of Environmental Research and Public Health.

Baca juga:

Kisah Perjuangan Berdirinya Yayasan Kanker Anak Amaryllis, Penyelamat Penyintas Kanker

Mereka menemukan bahwa radiasi yang berasal dari sinyal ponsel mampu menciptakan protein stres yang menyebabkan kerusakan DNA, tumor, dan kematian sel pada kasus-kasus yang ekstrem.

Parahnya, tingkat kepemilikan ponsel semakin meningkat dari waktu ke waktu. Penelitian yang dilakukan pada 2011 menunjukkan bahwa ada 87 persen rumah yang memiliki setidaknya satu perangkat digital. Angka tersebut pun meningkat menjadi 95 persen pada 2020.

Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk bermain HP per hari? (Foto- Pixabay/terimakasih0)(Foto- Pixabay/terimakasih0)
Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk bermain HP per hari memengaruhi risiko kena kanker. (Foto: Pixabay/terimakasih0)

Salah satu peneliti yang ikut serta dalam studi ini, Joel Moskowitz, mengatakan bahwa semua orang harus benar-benar mengurangi waktu bersama perangkat canggihnya. Ia juga menyadari studi yang meneliti tentang kaitan antara penggunaan ponsel dan kanker merupakan topik yang sangat sensitif dan kontroversial.

Benar adanya, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyanggah pernyataan tersebut. FDA mengatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang konsisten atau kredibel mengenai masalah kesehatan yang disebabkan oleh paparan energi frekuensi radio dipancarkan oleh ponsel.

Chief Executive Cancer Research UK Michelle Mitchell juga mengatakan bahwa temuan ini berdasarkan tinjauan dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Ia mengatakan hasilnya terlalu beragam. "Misalnya beberapa (penelitian) dilakukan terhadap hewan, sementara penelitian lain membandingkan orang yang memang sudah menderita kanker dan meminta mereka untuk mengingat penggunaan ponsel di masa lalu ketimbang benar-benar melacak orang dari waktu ke waktu," ungkapnya. (shn)

Baca juga:

Cabai dapat Membunuh Sel Kanker

#Ponsel Pintar #Kesehatan #Kanker
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Tekno
ADVAN Rilis Smartphone 5G Macha, Performa dan Konektivitas untuk Generasi Digital
Macha memadukan performa, konektivitas 5G, dan desain stylish untuk mendukung kebutuhan digital generasi modern.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
ADVAN Rilis Smartphone 5G Macha, Performa dan Konektivitas untuk Generasi Digital
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Bagikan