Kesehatan Mental

Reaksi Berlebihan, tak sekadar Kelakuan Lebay

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Selasa, 12 Oktober 2021
Reaksi Berlebihan, tak sekadar Kelakuan Lebay

Sebab orang mudah meledak dan emosi berlebihan (Sumber: Pexels/SHVETS Production)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

'APAAN sih lebay banget', 'baperan lu', atau 'dasar drama queen'. Ungkapan tersebut sering kali dilemparkan untuk mereka yang kerap bereaksi berlebihan pada suatu kondisi.

Bagi beberapa orang, sebuah reaksi bisa dianggap berlebihan. Namun, tanpa mereka tahu, reaksi berlebihan bisa jadi tanda seseorang sedang berjuang melawan rasa trauma atau mungkin menjinakkan anxiety disorder. Berikut beberapa penyebab seseorang bisa bereaksi berlebihan terhadap suatu kondisi.


BACA JUGA:Stigma Negatif dan Mitos Jadi Penghambat Penanganan Kesehatan Mental

1. Terpicunya trauma

trauma
Trauma masa lalu (Sumber: Pexels/Fellipe Vallin)

Beberapa pengalaman buruk di masa lalu bisa menyebabkan rasa trauma pada seseorang. Misalnya kecelakaan, pemerkosaan, pelecehan seksual dan lain sebagainya. Walaupun peristiwa tersebut sudah berlalu, namun kilas balik dari tragedi yang terjadi kerap menghantui mereka.

Trauma akan meninggalkan emosi negatif yang kuat seperti takut, malu, marah, perasaan bersalah, hingga duka mendalam. Menurut informasi yang dilansir dari A Secret to Live Life With No Regrets, ketidakmampuan dalam mengekspresikan emosi negatif tersebut bisa menyebabkan ledakan amarah.

2. Sedang berduka

frustasi
Duka (Sumber: Pexels/RODNAE PRODUCTION)

Kesedihan tidak selalu identik dengan kehilangan sesuatu. Bisa juga karena peristiwa buruk yang menimpa diri di masa lalu. atau tidak kunjung mendapatkan sesuatu/seseorang. Setiap orang punya cara berbeda dalam menangani dan melalui duka yang sedang dirasakannya. Orang-orang yang belum keluar dari siklus duka, bisa jadi mengalami ledakan emosi yang cukup parah.

3. Frustrasi dan overwhelmed

frustasi
Sulit membendung perasaan (Sumber: Pexels/Liza Summer)

Kita tidak pernah tahu apa yang benar-benar dialami seseorang. Di balik sikap tenang dan senyumnya, bisa jadi mereka menyimpan duka. Masalahnya, bak wadah yang terus menerus diisi air maka akan membuat airnya tumpah dan meluap jika tidak dialirkan, demikian pula dengan emosi negatif. Jika terus menerus ditampung emosi tersebut akan meledak. Mereka pun akan mudah kewalahan jika emosinya terpancing.

4. Berjuang melawan anxiety disorder

anxiety
Anxiety disorder (Sumber: Pexels/Andrew Neel)

Situasi tertentu dapat menyebabkan kecemasan. Ketika cemas, tubuh akan menyetel mode fight-or-flight. Terjebak dalam situasi tertentu dalam kurun waktu yang lama dapat meningkatkan ketegangan, lekas marah, dan sulit mengatur emosi. Orang dengan anxiety disorder (gangguan kecemasan) mengalami emosi yang lebih intens.

5. Telah memendam emosi terlalu lama dan tidak bisa menahannya

memendam emosi
Terlalu lama memendam emosi (Sumber: Pexels/Liza Summer)

Banyak orang tidak paham pemicu kemarahan mereka dan mengapa mereka bisa meledak-ledak karena hal kecil. Ternyata, amarah berlebihan yang sedang terjadi saat itu bisa jadi disebabkan oleh kesedihan yang terjadi di masa lalu. Seseorang yang cenderung mengabaikan emosi, memendamnya, dan menumpuk perasaan negatif terlalu lama cepat atau lambat akan meledak. Itulah mengapa mengekspresikan dan mengelolanya menjadi sangat penting.(Avia)

#Kesehatan Mental #Gangguan Psikologis #Psikolog #Psikologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Mood swing saat menstruasi sering disalahpahami. Psikiater Elvine Gunawan menjelaskan cara mengatasinya dan pentingnya self love serta pola hidup sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Psikiater: Mood Swing saat Menstruasi Itu Normal, Begini Cara Mengelolanya
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Indonesia
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT, Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Tragedi yang dialami siswa SD YBR di NTT membuktikan anak laki-laki juga kerap mengalami masalah psikis, tetapi belum mendapatkan ruang aman untuk berbicara.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Belajar dari Tragedi Bocah SD NTT,  Anak Cowok Juga Butuh Ruang Aman Bercerita
Bagikan