Softbank Cabut dari Proyek IKN, Luhut Bidik Investor Arab Saudi dan UEA
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. ANTARA/Ade Irma Junida
MerahPutih.com - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bereaksi pasca cabutnya Softbank dari proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Luhut mengatakan masalah itu sebenarnya terjadi di tubuh Softbank sendiri. Hal itu terjadi pada lembaga investasi bentukan perusahaan asal Jepang, Vision Fund. Lewat lembaga itu lah Softbank akan masuk ke IKN.
Baca Juga
DPD Ingatkan Potensi Dukungan Terhadap IKN Nusantara Menurun
Luhut menjelaskan Vision Fund Softbank bakal menampung dana dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Namun, pembentukan lembaga itu justru gagal di tengah jalan. Alhasil Softbank tak jadi masuk ke dalam investasi IKN.
"Nggak masuk ke kita," ungkap Luhut kepada wartawan di Hotel Fairmont, Jakarta Selatan, Kamis (17/3).
Luhut juga menampik kabar soal gagalnya investasi dikarenakan syarat memberatkan dari perusahaan asal Jepang itu. Salah satunya soal kewajiban menghadirkan 50 juta penduduk di IKN.
Meski SoftBank mundur, Luhut menyebut Indonesia masih bisa mendapatkan modal pembangunan dari Abu Dhani dan Arab Saudi senilai USD 105 miliar. Modal dari kedua negara tersebut pun diberikan dalam melalui vision fund.
"Kita harapkan vision fund yang dari Abu Dhabi dan Arab Saudi itu bisa masuk ke kita," kata dia.
Saat ini Luhut telah mengirimkan timnya untuk ke Abu Dhabi untuk melakukan negosiasi dan penawaran investasi di IKN Nusantara.
"Sekarang (tim) lagi bicara terus ini, intensif sekali. Karena crown prince-nya sangat progresif," kata dia.
Luhut menyebut sejauh ini tidak ada persyaratan khusus yang diajukan pemerintah Saudi agar bisa berinvestasi di IKN. Semua proses berjalan sesuai dengan prosedur.
Dia memperkirakan, Indonesia akan mendapatkan kepastian dari investasinya dalam waktu dekat.
"Mungkin sebelum bulan Ramadan mungkin sudah ada progres atau joining. Ramadan saya kira akan baik," kata dia.
Meski begitu, Luhut mengatakan, saat ini sudah ada investasi dari UEA yang masuk ke Indonesia Investment Authority (INA) senilai USD 20 miliar.
"Kita dapat USD 20 miliar dari UEA itu nanti masuk melalui Indonesia Investment Fund," katanya. (Knu)
Baca Juga
Politikus PSI Apresiasi Anies Bawa Simbol Air Keberagaman ke IKN
Bagikan
Berita Terkait
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Warga Kota Tangerang Jangan Sampai Lewat, Ada 8 Paket Diskon Pajak PBB-P2 dan BPHTB
Pesawat ATR 400 Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak di Maros, Angkut 11 Orang
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah Sabtu (17/1) Pagi, Tak Berpotensi Tsunami
Persija Resmi Umumkan Bergabungnya Alaeddine Ajaraie, Bomber Asal Maroko, Berharap Akhiri Musim dengan Senyum Bahagia
KPK Periksa Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Terkait Suap Proyek Bekasi
Komisi II DPR Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bawa Pesan Politik Keberlanjutan
Akhirnya! Untuk Pertama Kali Prabowo Kunjungi IKN Sebagai Presiden
Otorita IKN Kebut Normalisasi Sungai Tahap Dua, Banjir Dijamin Enggak Berani Mampir
Hasil Super League 2025/2026: Gagal Kalahkan Persik, Persib Tidak Mampu Kembali ke Puncak Klasemen