MerahPutih.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang tsunami pertama pascagempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, Senin (8/6) pagi, telah tiba.
Berdasarkan catatan BMKG, gelombang dengan ketinggian minor hanya belasan centimeter (CM). Detailnya berkisar 9–18 cm, tercatat di tiga titik pengamatan: Ulu Siau (Sulawesi Utara), Melonguane (Sulawesi Utara), dan satu titik pantau di Maluku Utara.
Baca juga:
Warga Kepulauan Sangihe Mulai Mengungsi Imbas Peringatan Tsunami Gempa M 7,7
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menegaskan meski gelombang awal masih kecil, masyarakat tidak boleh menurunkan kewaspadaan.
“Ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas,” kata Nelly, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (8/6).
Status Siaga dan Awas
Berdasarkan pemodelan BMKG, potensi puncak ketinggian gelombang di beberapa wilayah pesisir dapat mencapai status Siaga hingga Awas.
Baca juga:
Daftar 22 Wilayah Pesisir 5 Provinsi Berpotensi Tsunami, Imbas Gempa M 7,7 Sangihe
Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga di daerah berstatus siaga segera menjauhi pantai menuju dataran tinggi, sementara warga di wilayah waspada diminta menjauhi pantai dan tepian sungai.
Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG,
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama
Tinggi Pasang Surut Garis Pantai Terus Dipantau
BMKG bersama instansi terkait saat ini melakukan pemantauan ketat secara waktu nyata terhadap data pasang surut (tide gauge) serta sensor pemantau tsunami lainnya.
Baca juga:
Gempa M 7,7 Mindanao-Filipina Picu Peringatan Tsunami, Subduksi Lempeng Biang Keladinya
Gempa tektonik magnitudo 7,7 di Laut Sulawesi, terjadi Senin (8/6) pagi tadi pukul 06.37 WIB. Pusat gempa di kedalaman 47 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina). Dilansir Antara, BMKG langsung merilis peringatan dini tsunami kurang dari 10 menit setelah gempa terjadi. (*)