Siswa Positif COVID-19, Pemkab Bantul Setop Pembelajaran Tatap Muka

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 07 Oktober 2021
Siswa Positif COVID-19, Pemkab Bantul Setop Pembelajaran Tatap Muka

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kegiatan Pembelajaran tatap muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Bantul Timur, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa dihentikan selama satu minggu. Penghentian dilakukan lantaran adanya seorang siswa yang positif COVID-19.

Kepala Sekolah SD Bantul Timur, Wening Nurdiah menjelaskan, penemuan adanya siswa terkonfirmasi positif COVID-19 terjadi usai tenaga kesehatan melakukan tracing atau pelacakan ke salah satu keluarga yang terpapar COVID-19 pada 25 September 2021.

Baca Juga

Kemenkes Tetap Lakukan Surveilans Evaluasi Pelaksanaan PTM

Hasil tes swab keluar pada 28 September 2021 dan menyatakan orang tua dan anak itu positif COVID-19. Namun, kedua orangtua siswa tetap membawa sang anak masuk sekolah dan tidak menginformasikan hal ini pada pihak sekolah.

"Kami tidak tahu kalau yang mengantar anaknya dan juga siswa kami positif COVID-19. Mereka masuk kategori orang tanpa gejala. Jadi tidak terlihat hal-hal mencurigakan,” ujar Nurdiah di Yogyakarta, Kamis (7/1).

Pihak sekolah segera gerak cepat melakukan tracing. Sebanyak guru serta 14 siswa dan siswi menjalani tes swab. Hasilnya, semua negatif COVID-19. Selain itu, pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar tatap muka selama seminggu.

SDN Bantul Timur. Foto: Sekolah Kita

Sementara, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Edy Sutrisno menegaskan hanya ada satu sekolah yang PTM dihentikan sementara karena ditemukan siswa positif COVID-19. Kasus COVID-19 belum ditemukan di sekolah dan siswa lainnya.

“Sekolah tatap muka dihentikan hanya di SD Bantul Timur, dari kelas 1 sampai 6. Ini juga terjadi karena ketidakjujuran orang tua siswa,” ucapnya.

Ia menegaskan, Disdikpora Bantul memberikan izin bagi siswa untuk tidak mengikuti PTM jika terkonfirmasi positif COVID-19. Untuk mencegah kejadian ini terulang, ia berencana melakukan tes swab secara berkala kepada siswa.

Sementara itu, pembelajaran tatap muka di kabupaten lainnya masih berjalan lancar. Tidak ditemukan siswa terkonfirmasi positif.

Pemerintah Kota Yogyakarta memastikan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai munculnya klaster penularan COVID-19 dari pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas yang berlangsung sejak pekan ketiga September 2021.

“Sampai sekarang tidak ada laporan soal itu dan mudah-mudahan tidak ada kasus sama sekali,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Kamis (7/10)

Menurut dia, pelaksanaan PTM terbatas di Kota Yogyakarta diikuti oleh siswa kelas VI SD, dan siswa kelas VII-IX SMP. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga

Ratusan SMA/SMK di DIY Gelar Uji Coba PTM Pekan Depan

#COVID-19 #Test Covid 19 #Bantul
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pembubaran Ibadah di Bantul, Kemenag Dukung Langkah Penegak Hukum Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
Menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, aksi pembubaran ibadah semestinya dapat dihindari
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Pembubaran Ibadah di Bantul, Kemenag Dukung Langkah Penegak Hukum Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
Indonesia
Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul Dinilai Mencederai Kebebasan Beragama
Kombes Ihsan menjelaskan bahwa GMS harus segera melengkapi izin pendirian dan operasional tempat Ibadah.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Insiden Pembubaran Ibadah di Bantul Dinilai Mencederai Kebebasan Beragama
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Korban Gempa Pacitan di Bantul Jadi Belasan, Sampai Ada yang Patah Tulang
BPBD Bantul juga mencatat jumlah kerusakan bangunan akibat gempa bertambah menjadi 13 unit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Korban Gempa Pacitan di Bantul Jadi Belasan, Sampai Ada yang Patah Tulang
Indonesia
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Gempa besar pernah mengguncang Bantul pada 2006 dengan Magnitudo 6,3 yang menewaskan lebih dari 5.700 orang.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Februari 2026
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Indonesia
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Penghentian sementara dilakukan untuk memastikan keselamatan sementara setelah terjadinya gempa bumi.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Magnitude 4,5 Goyang Bantul, 17 KA Berhenti Sementara
Olahraga
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya pada Selasa (27/1) pada pukul 13.15 WIB.
Frengky Aruan - Selasa, 27 Januari 2026
Gempa Bumi Magnitudo 4,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Bikin Panik
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Bagikan