Singapore Exchange Kecolongan, Data Palsu Digunakan untuk IPO Saham

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Desember 2024
Singapore Exchange Kecolongan, Data Palsu Digunakan untuk IPO Saham

Bursa saham di Singapura atau Singapore Exchange (SGX). (Foto: TradeWinds)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ambiati SH, Notaris senior di Kota Bekasi, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengusaha asal Surabaya, Jawa Timur, Agam Tirto Buwono The. Selain Ambiati, Agam juga melaporkan dua orang lagi, yakni Betty Yuniarsih dan Hong Kah Ing.

Laporan Agam ini tercatat dengan Nomor: LP/B/7751/XII/2024/SPKT/Polda Metro Jaya Tertanggal 18 Desember 2024. Dalam laporannya, Agam menyebutkan bahwa Ambiati diduga membuat akta Nomor 34 berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 8 Juli 2013.

Di dalam surat kuasa khusus tersebut menggunakan keterangan palsu yang membubuhkan materai tempel yang diterbitkan Dirjen Pajak pada tahun 2016.

Baca juga:

Apa itu Short Selling? Peluang Untung di Tengah Penurunan Saham

Kuasa Hukum Agam Tirto Buwono The, M Mahfuz Abdullah mengatakan bahwa akibat pemalsuan keterangan dalam akta tersebut, kliennya akhirnya kehilangan saham pada perusahaan.

Ia juga memastikan kliennya, Agam tidak pernah menyuruh atau membuat surat kuasa 'khusus' kepada Betty Yuniarsih untuk digunakan dalam membuat akta kepada Notaris Ambiati.

“Klien kami, Bapak Agam Tirto Buwono tidak pernah membuat Surat Kuasa Khusus kepada/ atas nama Betty Yuniarsih selaku Office Manager PT Greenworld Resources, apalagi memindahkan saham seperti yang tercantum dalam surat kuasa tersebut. Setelah kami telusuri, ternyata surat tersebut bertanggal 8 Juli 2013 tetapi membubuhkan materai tempel yang baru diterbitkan oleh Dirjen Pajak pada tanggal 08 September 2016. Jadi sangat jelas pemalsuannya,” kata Mahfuz di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (19/12).

Baca juga:

Analisis Berita, Cara Trader Forex Menghasilkan Cuan dari Perubahan Suku Bunga

Dikatakan, dalam Akta Nomor 34 yang dibuat Notaris Ambiati, tercantum tanggal pembuatan pada 18 Februari 2014 dengan mendasarkan Surat Kuasa Khusus yang dibuat pada tanggal 8 Juli 2013 tersebut dengan materai tempel diterbitkan tahun 2016.

“Dalam Akta Nomor 34 itulah terlapor Betty Yuniarsih selaku Pihak Pertama melakukan jual beli saham PT Teknik Alum Servis (TAS) kepada Hong Kah Ing selaku Pihak Kedua,” tambah Mahfuz.

Para terlapor diduga melanggar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, yaitu Pasal 263 tentang pemalsuan dan atau Pasal 266 tentang pemidanaan pelaku yang menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik atau menggunakan akta palsu, Pasal 372 tentang penggelapan.

Baca juga:

Mengenal NFT sebagai Investasi, Apakah Lebih Baik dari Saham?

Selain itu, ketiganya juga diduga terlibat dalam tindak pidana pencucian uang dengan dugaan pelanggaran Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Ironisnya, kata Mahfuz lagi, data keterangan palsu pada akta palsu tersebut, PT TAS dicatatkan dalam perdagangan bursa saham di Singapura atau Singapore Exchange (SGX).

“Jadi Singapore Exchange kecolongan, ada perusahaan melakukan IPO dengan data palsu, menyedihkan sekali kan. Kalau ini terbuka ke publik tentu akan mengganggu reputasi SGX sebagai sebuah Lembaga pasar modal terkemuka di Asia, bahkan terkemuka di dunia, kecolongan oleh dugaan pemalsuan data,” pungkasnya. (Pon)

#Kasus Hukum #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Efek Erupsi Anak Krakatau dan Sentimen Global Bikin Pasar Galau
Butuh prediksi IHSG hari ini? Pergerakan IHSG diproyeksi sideways di tengah sentimen pasar saham global, dampak erupsi Anak Krakatau, hingga efisiensi BUMN. Cek analisis lengkapnya
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Efek Erupsi Anak Krakatau dan Sentimen Global Bikin Pasar Galau
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini dan Sinyal Cuan Saham Saat Geopolitik Panas, Cek Support-Resistancenya!
Pergerakan IHSG hari ini sukses menghijau di level 6.632, tak gentar hadapi konflik Timur Tengah dan rilis data ekonomi AS. Cek prediksi IHSG dan sentimen pasar modal terbaru di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Prediksi IHSG Hari Ini dan Sinyal Cuan Saham Saat Geopolitik Panas, Cek Support-Resistancenya!
Indonesia
IHSG Hari Ini Babak Belur Dihantam Sentimen Global, Cek Prediksi dan Biang Keroknya!
Pergerakan IHSG hari ini anjlok mengikuti bursa saham Asia dan global akibat lonjakan tajam harga minyak mentah. Cek analisis lengkap dan prediksi arah pergerakan IHSG di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
IHSG Hari Ini Babak Belur Dihantam Sentimen Global, Cek Prediksi dan Biang Keroknya!
Indonesia
Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1
BEI resmi menunda implementasi aturan saham Rp1 di pasar reguler dari target 7 September ke akhir September 2026. Ketahui alasan dan dampak penundaannya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1
Indonesia
IHSG Hari Ini Menghijau, Investor Masih Tahan Napas Tunggu Data Ekonomi
IHSG hari ini dibuka menguat di tengah sikap wait and see investor. Simak prediksi IHSG, analisis pergerakan saham BEI, dan sentimen global terbaru di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
IHSG Hari Ini Menghijau, Investor Masih Tahan Napas Tunggu Data Ekonomi
Indonesia
IHSG Hari Ini Tahan Banting, Tembus Zona Hijau Walau The Fed Tebar Ancaman Suku Bunga
Kondisi pasar modal domestik berbanding terbalik dengan tren kawasan regional akibat faktor kebijakan ekonomi Amerika Serikat
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
IHSG Hari Ini Tahan Banting, Tembus Zona Hijau Walau The Fed Tebar Ancaman Suku Bunga
Indonesia
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi Buntut Tarik Menarik Sentimen Devisa Domestik dan Bunga Global
Seluruh eksportir pemegang kriteria kini wajib menempatkan minimal 30 persen devisa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi Buntut Tarik Menarik Sentimen Devisa Domestik dan Bunga Global
Indonesia
​IHSG Hari Ini Meroket Tajam! Kepanikan Mereda, Saatnya Borong Saham Blue Chip?
IHSG hari ini ditutup menguat tajam seiring meredanya kekhawatiran isu domestik. Cek rangkuman pergerakan pasar, saham incaran, dan prediksi IHSG di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
​IHSG Hari Ini Meroket Tajam! Kepanikan Mereda, Saatnya Borong Saham Blue Chip?
Indonesia
IHSG Anjlok ke 6.501 Sore Ini, Rekor Defisit Transaksi Berjalan dan Tensi Global Jadi Biang Kerok
IHSG hari ini ditutup melemah 24,02 poin ke level 6.501,67. Cari tahu pemicu utamanya
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
IHSG Anjlok ke 6.501 Sore Ini, Rekor Defisit Transaksi Berjalan dan Tensi Global Jadi Biang Kerok
Indonesia
Anak Usaha UGM Gebrak Pasar Modal, Intip Potensi IPO Saham SWAP Berkemas Rp45,22 Miliar
PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP), anak usaha UGM, bersiap menggelar IPO di BEI dengan target dana Rp45,22 miliar. Cek jadwal, rentang harga, dan alokasi dananya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Anak Usaha UGM Gebrak Pasar Modal, Intip Potensi IPO Saham SWAP Berkemas Rp45,22 Miliar
Bagikan