Kesehatan

Bumil Bisa Ngidam Makan Kapur, Bayinya Gimana dong?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 17 Februari 2020
 Bumil Bisa Ngidam Makan Kapur, Bayinya Gimana dong?

Ibu Hamil bisa ngidam yang tak wajar -(Foto: Pexels/Negative Space)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAPUR dimakan apa rasanya? Bagaimana mau ditelan, dikunyahnya saja susah. Belum lagi rasanya, tebak sendiri deh bagaimana rasa kapur. Namun, ibu hamil alias bumil bisa ngidam makan kapur lho atau disebut dengan sindrom pica. Makan kapurnya juga setiap hari malah.

Dilansir dari American Pregnancy Association, sebagian besar kehamilan yang mengidam pica melibatkan zat non-makanan seperti kotoran atau kapur. Kata Pica berasal dari bahasa latin untuk Magpie yang merupakan burung terkenal karena memakan apapun. Mayoritas semua perempuan mengalami ngidam selama kehamilan seperti acar dan es krim, sedangkan 26-30% mengidam Pica pada perempuan hamil yang kurang minum.

Baca juga:

Ibu Hamil Dilarang Konsumsi Seafood? Ini Faktanya

Seperti perempuan bernama Rebecca yang berasal dari Oldham, ngidam makan kapur tulis dan menghabiskan 10 kapur setiap hari. Ia sampai harus mencuri kapur tulis yang ada di kamar putrinya untuk ngemil. Rebecca mengalami keanehan saat 16 minggu usia kandungannya, melihat sekotak kapur tulis berwarna-warni. Tak tangung-tanggung ia juga mengambil kapur, lalu menjilatnya dan ternyata rasanya enak.

Kapur Tulis itu berbahaya buat janin (Pexels: Foto: Pexels/Jeshoots.com)

Ini adalah ngidam yang paling ekstrem, kebiasaan makan kapur tulis ini bisa berdampak buruk terhadap kandungannya. Untungnya dia tidak menelan kapur itu. Ia hanya senang mengunyah kapur sampai halus dan memuntahkannya lagi. Becca hanya ingin merasakan gurihnya kapur. Bayinya tetap lahir dengan kondisi sehat dan tak kekurangan apapun.

Bumil bisa ngidam pasta gigi juga (Foto: Pexels/George Becker)

Baca juga:

Hati-hati Makan Sate Kambing, Ini Bahayanya buat Ibu Hamil

Nah, buat kamu yang mengalami hal ini. Apa ada risikonya untuk bayi? Tentu ada. Mengonsumsi zat non- makanan akan memiliki potensi untuk membahayakan dan bisa mengganggu penyerapan nutrisi dari zat makanan sehat dan berakibat kekurangan. Pica sendiri perlu diwaspadai karena mengandung bahan beracun atau parasit.

Jangan panik jika mengalami hal tersebut. Segera berkonsultasi dengan dokter ketika mengalami 'kelainan' ngidam ini. Tetaplah mengonsumsi makanan sehat yang lebih penting, terutama asupan vitamin dan sayur, dan pertimbangkan untuk menggantinya dengan permen karet tanpa gula. Minta keluarga, suami, atau teman agar kamu selalu diingatkan untuk menghindari zat non-makanan saat hamil.

Sindrom pica ternyata tidak hanya menimbulkan keinginan mengonsumsi kapur tulis. Kamu juga bisa ngidam makan es, pasta gigi, sabun, baking soda, hingga abu rokok sekalipun. (bfm)

Baca juga:

Diabetes Gestasional Banyak Terjadi pada Ibu Hamil

#Kesehatan #Ibu Hamil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan