Simak Nih Pendapat Ulama Sampang Tentang Imunisasi Campak Rubella

Thomas KukuhThomas Kukuh - Sabtu, 19 Agustus 2017
Simak Nih Pendapat Ulama Sampang Tentang Imunisasi Campak Rubella

Gubernur Jatim Soekarwo (ketiga kanan) didampingi istri Nina Kirana Soekarwo (ketiga kiri) menghadiri pemberian vaksin di Sampang. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan Kabupaten Sampang di Pulau Madura KH Mahrus Abdul Malik angkat bicara soal imunisasi campak rubella yang belakangan menjadi berdebatan. Menurutnya, imunisasi campak rubella merupakan "fardu ain" alias wajib.

"Jadi, itu sudah 'fardu ain' bukan dalam wacana halal dan haram lagi," kata KH Mahrus Abdul Malik kepada wartawan di sela-sela acara kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Sabtu (19/8).

Umat Islam, lanjut dia, tidak perlu khawatir dengan program tersebut. Sebab, karena fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang imunisasi sudah jelas, yakni halal.

Sebelumnya, Komisi Fatwa MUI sudah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Fatwa ini diterbitkan pada 23 Januari 2016. Isinya, antara lain, menyebutkan bahwa bahwa ajaran Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, yang dalam praktiknya dapat dilakukan melalui upaya preventif agar tidak terkena penyakit, dan berobat manakala sakit agar diperoleh kesehatan kembali, yaitu dengan imunisasi.

Dalam fatwa itu juga dijelaskan, bahwa imunisasi, sebagai salah satu tindakan medis untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu, bermanfaat untuk mencegah penyakit berat, kecacatan, dan kematian. "Apa yang disampaikan MUI sudah jelas, dan MUI ini merupakan kumpulan semua ulama dari berbagai ormas Islam yang ada di Indonesia," ujar KH Mahrus.

Oleh karenanya, sambung dia, para ulama di Kabupaten Sampang, Madura sangat mendukung program pemerintah melakukan pencegahan penyakit melalui program imunisasi tersebut. Kabupaten Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang masuk kategori kabupaten tertinggal dengan jumlah penderita gizi buruk dan kekurangan gizi tinggi.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang disiarkan dari Jakarta belum lama ini menyebutkan enam kabupaten di Jawa Timur memang dinilai kronis masalah gizi buruk yakni Kabupaten Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Jember, Sumenep, dan Lamongan.

Di Kabupaten Bangkalan jumlah balita yang menderita gizi buruk sebanyak 3.247 orang, Kabupaten Probolinggo 4.657 orang, Lamongan 4.403 orang, Sumenep 3.319 orang, Sampang 3.537 orang, dan Jember berjumlah 8.035 orang.

Selain kasus gizi buruk, jenis kasus lainnya yang juga banyak ditemukan di kabupaten ini adalah campak dan difteri. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan KH Mahrus Abdul Malik, Islam merupakan agama yang menganjurkan untuk menjaga kesehatan sebagai bekal untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT.

"Karena kesehatan itu penting, maka menjaga agar kita tetap sehat, sehingga bisa beribadah dengan sempurna, maka juga menjadi penting, termasuk mencegah dari berbagai serangan penyakit yang bisa mengganggu kesehatan, seperti imunisasi ini," ujar Kiai Mahrus.

Ia juga menjelaskan, saat ini, para ulama pengasuh pondok pesantren di Sampang, termasuk di tiga kabupaten lain di Madura telah kompak untuk mendukung dan mensukseskan program imunisasi yang dicanangkan pemerintah tersebut. (*)

#Imunisasi #Ulama #Fatwa Ulama
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
DPR Dukung Imunisasi Syarat SPMB, tetapi Hak Pendidikan Anak Harus Tetap Dijamin
Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramly (Amure) menanggapi kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang mewajibkan calon peserta didik melampirkan sertifikasi imunisasi lengkap dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang PAUD dan SD.
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
DPR Dukung Imunisasi Syarat SPMB, tetapi Hak Pendidikan Anak Harus Tetap Dijamin
Lifestyle
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Dua amalan ini sangat dianjurkan saat menyambut Ramadan. Hal itu menjadi kesiapan spritiual yang matang.
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Amalan Penting yang Dianjurkan saat Ramadan, Perbanyak Doa dan Istigfar
Lifestyle
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Apakah obat tetes mata membatalkan puasa? Simak penjelasan ulama fikih dan dalilnya. Mayoritas ulama sebut: tidak membatalkan puasa.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Maret 2026
Pakai Obat Tetes Mata Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Indonesia
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
Tercatat sekitar 95.000 orang meninggal akibat campak pada 2024, sebagian besar anak di bawah usia lima tahun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 29 November 2025
Cangkupan Imunisasi Tidak Merata, Wabah Campak Meningkat Pesat
Indonesia
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI menilai tindakan pendakwah berinisial E tersebut telah melanggar prinsip perlindungan anak, norma sosial, dan norma agama.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 November 2025
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
Indonesia
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Semakin cepat terdeteksi, semakin tinggi peluang kesembuhannya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Juni 2025
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong
Indonesia
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Ketua PBNU Abdullah Latopada tekankan pentingnya menahan diri dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah umat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 14 April 2025
Ketua PBNU Ingatkan Umat Tak Beri Ruang untuk Pemecah Belah dan Penyebar Kebencian
Indonesia
Indonesia Peringkat ke-6 Tertinggi Anak Tidak Diimunisasi di Dunia, Ini 4 Akar Masalahnya
Hingga April 2025, Kemenkes dan UNDP menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia.
Wisnu Cipto - Jumat, 21 Maret 2025
Indonesia Peringkat ke-6 Tertinggi Anak Tidak Diimunisasi di Dunia, Ini 4 Akar Masalahnya
Indonesia
1,3 Juta Anak Indonesia Sama Sekali Tidak Pernah Imunisasi, Peringkat 6 Tertinggi di Dunia
Terungkap 1,3 juta anak di Indonesia sama sekali belum mendapatkan vaksin imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.
Wisnu Cipto - Jumat, 21 Maret 2025
1,3 Juta Anak Indonesia Sama Sekali Tidak Pernah Imunisasi, Peringkat 6 Tertinggi di Dunia
Indonesia
Sebelum Mudik, Kemenkes Inginkan Anak Sudah Diimunikasasi Lengkap
Ketika anak diajak pergi ke daerah yang sebagian besar anaknya belum imunisasi, akan rentan terkena penyakit.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Maret 2025
Sebelum Mudik, Kemenkes Inginkan Anak Sudah Diimunikasasi Lengkap
Bagikan