Sikapi Aksi Peternak Boyolali Buang Susu, Zulhas Janji Utamakan Produk Lokal
Peternak susu sapi perah menggelar aksi mandi susu di Tugu Susu Murni Boyolali, Sabtu (9/11). (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan buka suara terkait aksi peternak sapi perah Boyolali yang membuang susu hasil panen akibat tak terserap Industri Pengolahan Sapi (IPS).
Zulhas memastikan pemerintah telah serius merespons permasalahan kalangan peternak sapi perah dan pengepul susu lokal.
“Perintah sudah minta kepada kementerian terkait termasuk kepada Kementerian Perdagangan, utamakan produksi dalam negeri," ujar Zulhas di kediaman Jokowi, Solo, Jateng, Rabu (13/11).
Baca juga:
Peternak Sapi Buang Susu, Legislator Ingatkan Pidato Prabowo
Zulhas menegaskan impor susu baru boleh dilakukan industri jika semua produksi dalam negeri sudah terserap.
“Jika masih ada yang belum terserap, maka pemerintah akan memberikan kuota impor kepada industri. Kita wajib membeli dulu dari produk dalam negeri kita baru impor,” katanya.
Disinggung soal kualitas hasil panen susu dari para peternak sapi perah lokal, menurut Zulhas terkait kualitas pasti bisa diperbaiki.
"Kualitas kan bisa diperbaiki, tentu harus diperbaiki. Kalau kualitas buruk kan nggak baik (dikonsumsi),” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Diduga Mengandung Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Bayi S-26 Promil Gold
Gunung Merapi Status Siaga Level III, 7 Pendaki Ilegal Diamankan Polisi
Dianggap Pencitraan saat Panggul Beras, Zulhas Santai Tanggapi Hujatan Netizen
Dihujat Pencitraan Saat Bencana, Zulhas: 1 Karung Beras pun Penting
Presiden Prabowo Kasi Peringatan, Eddy Soeparno Tegaskan Menteri PAN Bekerja dengan Baik
Menkeu Purbaya Respons Zulhas soal Anggaran MBG tak Bisa Dialihkan
Kunjungi Rumah Pangan PNM, Menko Pangan Panen Brokoli hingga Ayam Petelur
Jokowi dan Zulhas Jadi Saksi Nikah Walkot Tegal, Ngakak Dengar Tepuk Sakinah
Indonesia Ekspor Produk Olahan Susu ke Malaysia dan Filipina, Nilainya Capai Rp 1,7 M