Setya Novanto Minta Ulama Cegah Radikalisme

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Sabtu, 03 Juni 2017
Setya Novanto Minta Ulama Cegah Radikalisme

Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) menerima naskah pandangan fraksi PKS yang diserahkan Ecky Awal Mucharam ketika Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5). ( ANTARA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua DPR RI Setya Novanto meminta para ulama bersama komponen bangsa lainnya untuk mencegah penyebaran paham radikal.

Ketua DPR RI yang tengah melakukan Safari Ramadan ke Gresik kepada para kyai dan alim ulama serta tokoh masyarakat mengatakan teror terkait paham radikal dan terorisme juga terjadi di berbagai belahan dunia.

"Saya mengajak kyai dan alim ulama di Gresik untuk turut menjaga umat dari hasutan teroris yang tidak bertanggung jawab," katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (2/6)

Setya Novanto menyampaikan keyakinannya kyai dan alim ulama serta para tokoh masyarakat dapat membentengi umat dengan ajaran Islam yang menyejukkan.

Dalam pertemuan di Pendopo Bupati Gresik tersebut, Ketua DPR RI juga mengatakan untuk mencegah dan menangani terorisme, pimpinan lembaga negara telah berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kami sepakat untuk mempercepat pembahasan RUU terorisme. Penanggulangan terorisme harus melibatkan semua pihak," katanya.

Setya Novanto juga mengatakan pihaknya menilai berkat kerja keras pemerintah maka kondisi ekonomi nasional terus membaik.

"Pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Pemerintah dan DPR menyadari pembangunan infrastruktur akan mampu mendorong pusat-pusat ekonomi baru dan menggerakkan perekonomian daerah serta nasional," katanya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Radianto, Ketua DPRD Gresik Abdul Hamid, Ketua MUI Gresik KH. Mansyur Shadiq dan sejumlah anggota DPR RI yang mendampingi kunjungan Ketua DPR RI.

Sumber: ANTARA

#Radikalisme #Setya Novanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Kekerasan yang perlu dicegah tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga dalam bentuk nonfisik, baik di dunia nyata maupun ruang digital.
Dwi Astarini - Kamis, 03 September 2026
Kemendikdasmen Perkuat Peran Sekolah Cegah Anak Terpapar Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Indonesia
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Pendekatan terhadap anak yang terpapar persoalan di ruang digital mengedepankan perlindungan, rehabilitasi, dan pendampingan.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Paham Radikal Menyebar Cepat, Kadensus 88 Minta Orangtua Lindungi Anak di Ruang Digital
Indonesia
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Kadensus 88 AT Polri mengungkap pola baru terorisme digital yang menyasar generasi muda melalui algoritma, komunitas virtual, dan kerentanan psikologis.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Densus 88 Ungkap Pola Baru Terorisme Digital, Anak Muda Jadi Target Rentan
Indonesia
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Wakapolri mengungkap pola baru terorisme dan ekstremisme yang kini berkembang melalui ruang digital. Polri juga menyoroti ratusan anak terpapar radikalisme di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Waspada! Paham Ekstremisme dan Terorisme Kini Menyebar Lewat Algoritma Digital
Indonesia
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Sidang gugatan pembatalan bebas bersyarat Setya Novanto masuk tahap akhir. Kuasa hukum ARRUKI dan LP3HI mengungkap ada dugaan cacat hukum.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Indonesia
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
BNPT mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat sekitar 112 anak di 26 provinsi yang teridentifikasi terpapar paham radikalisme melalui ruang digital, baik melalui media sosial maupun gim daring.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Januari 2026
Interaksi Sosial di Platform Gim Daring Jadi Wadah Sebarkan Paham Radikalisme
Indonesia
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pun mengajak para pelajar untuk menjadi tangan kanannya bersama-sama polisi menjaga keamanan di Jakarta.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Kapolda Metro Minta Pelajar Jadi Tangan Kanan Polisi Cegah Bully & Radikalisme di Sekolah
Indonesia
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Setya Novanto diminta kembali ke penjara jika bebas bersyarat dibatalkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Bagikan