Setnov Diganti, Elektabilitas Golkar Diyakini Naik
Politisi Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain. Foto: Youtube
MerahPutih.com - Politisi Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain meyakini, elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu akan kembali terangkat pasca pergantian Setya Novanto dari kursi Ketum Golkar.
Sejumlah pimpinan DPD I Partai Golkar mendesak segara digelar munaslub untuk menggantikan Setya Novanto pasca ditahan KPK. Beredar nama-nama kuat calon pengganti Novanto diantaranya Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.
Menanggapi hal itu, Happy pun optimis jika Airlangga Hartarto terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) partai tersebut.
Airlangga sendiri menjadi salah satu kandidat kuat Ketua Umum Golkar setelah Setya Novanto menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus korupsi proyek e-KTP.
"Mungkin enggak setelah Airlangga terpilih akan naik lagi elektabilitas Gokar? Sangat mungkin," jelas Happy dalam diskusi bertajuk 'Munaslub: Golkar Masa Depan, Harapan dan Tantangan' yang digelar di bilangan Mampang, Jakarta Selatan, Jum'at (1/12).
Alasannya, menurut Happy, ini akan memunculkan semangat dan motor baru dalam partai berlambang pohon beringin itu. Sehingga performa yang dihasilkan pun turut mendongkrak elektabilitas partai.
Sebelumnya, lembaga survey Poltracking Indonesia merilis hasil surveinya pada Minggu (26/11) lalu. Survei tersebut menempatkan Golkar di posisi ketiga dengan tingkat elektabilitas sebesar 10,9%.
Sedangkan posisi pertama dan kedua ditempati oleh PDIP (23,4%) dan Partai Gerindra (13,6).
Hasil ini sangat ironis jika dibandingkan perolehan suara Partai Golkar pada pemilu 2014 lalu yang mencapai 14,75 %. Selain itu, partai ini juga konsisten dalam posisi dua besar selama empat kali pelaksanaan Pemilu era reformasi.
"Kita targetkan naik, kalau kita naik mungkin (elektabilitas) PDIP atau partai lain yang turun, kodisi naik turun ini yang kita harapkan bisa terjadi," jelas Happy.
Selain itu, Happy juga menyatakan rasa optimismenya bukan tanpa dasar. Ia menambahkan, partainya sudah terbiasa diterpa badai sejak Pemilu 1999 lalu.
Dengan pengalaman masa lalu, ia pun meyakini bahwa partainya dapat segera lolos dari prahara yang menimpa.
"Tahun 1999 itu Golkar di mana-mana dikejar, seperti partai terlarang. Pernah kita kumpul lalu disuruh buka baju, perempuan pun sama karena pakai baju kuning. Tapi apa yang terjadi, pada pemilu kita hanya beda tipis dengan PDIP," kisah Happy.
"Menjelang (Pemilu) 2004 juga begitu, Gus Dur merencanakan mau bubarin Golkar. Akbar Tanjung menghadapi dua tsunami luar biasa waktu itu, tapi apa yang terjadi? Kita menang pemilu 2004," tutupnya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai