MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengaku, belum mengetahui kabar terkait isu reshuffle kabinet yang disebut-sebut akan dilakukan dalam waktu dekat.
Menurut Sarmuji, keputusan mengenai perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai kepala pemerintahan.
“Saya enggak tahu, itu kan wewenang presiden. Nanti tergantung presiden merenung, ‘perlu enggak ya reshuffle ya?’ kira-kira begitulah,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4).
Saat ditanya apakah Partai Golkar telah menerima informasi awal terkait kemungkinan reshuffle, Sarmuji menegaskan dirinya belum mendapatkan kabar apa pun.
Baca juga:
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Ia mengaku belum sempat bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, setelah mendampingi Prabowo dalam kunjungan kerja ke Rusia dan Prancis.
“Nggak, saya belum. Saya belum ketemu ketua umum setelah ketua umum mendampingi presiden ke Rusia dan Perancis,” ujarnya.
Meski demikian, Sarmuji berharap dapat segera bertemu dengan Bahlil dalam waktu dekat untuk berdiskusi berbagai hal, termasuk dinamika politik terkini.
“Nanti malam mudah-mudahan saya ketemu ketua umum,” katanya.
Baca juga:
Lebih lanjut, saat disinggung soal isu yang menyebut Bahlil Lahadalia berpotensi menempati posisi menteri koordinator jika reshuffle benar dilakukan, Sarmuji kembali menegaskan dirinya belum mengetahui informasi tersebut.
“Enggak tahu, orang dengar reshuffle saja nggak, gimana yang lain-lain,” tutur dia.
Sarmuji justru menilai kinerja Bahlil sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sudah berjalan dengan baik.
Ia memuji keberhasilan Bahlil dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah kondisi geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi internasional.
“Kinerja sekarang Pak Bahlil oke dan makin oke,” ujar Sarmuji.
Baca juga:
Kursi Wamenkeu Kosong, KSP Qodari Akui Logis Bakal Ada Reshuffle Kabinet
Menurut dia, posisi Menteri ESDM saat ini sangat menantang karena harus memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman di tengah konflik global yang memicu gangguan distribusi energi dunia.
“Beliau harus berpikir keras mengamankan energi di saat perang bergejolak dan suplai energi internasional tersendat-sendat,” kata dia.
Sarmuji menambahkan, salah satu capaian penting Bahlil adalah menjaga harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan global.
“Pak Bahlil berhasil mengamankan suplai energi sekaligus bisa membuat harga BBM tidak naik. Itu sesuatu yang sangat tidak mudah saat ini,” ucapnya. (Pon)

