MERAHPUTIH.COM - TINGKAT kepuasan publik terhadap kinerja kementerian dan lembaga dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengalami penurunan. Temuan tersebut berdasarkan survei nasional Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja kabinet secara keseluruhan berada di angka 47 persen.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan angka tersebut melanjutkan tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir.
"Ini angka yang tidak membahagiakan. Trennya mengalami penurunan. Di Mei masih 67 persen, turun ke 49 persen di Juli, dan di Agustus turun sedikit lagi menjadi 47 persen," ujar Hanta dalam survei bertajuk Membaca Tren Kepuasan Publik Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran, Senin (31/8).
Menurut Hanta, penurunan tingkat kepuasan tersebut menjadi sinyal bagi pemerintah untuk segera mengevaluasi kinerja kabinet. "Ini menjadi pemicu bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja kabinetnya," katanya.
Baca juga:
Isu Reshuffle Kabinet Menguat Jelang HUT RI, DPR Soroti Perlunya Penyegaran
Sejalan dengan penurunan kepuasan, mayoritas responden juga menginginkan adanya perombakan atau reshuffle kabinet. Sebanyak 51,9 persen responden menilai reshuffle perlu dilakukan. Sementara itu, hanya 27,9 persen yang menyatakan tidak perlu ada perombakan kabinet.
Hanta mengatakan salah satu alasan utama masyarakat mendorong reshuffle yakni kinerja sejumlah menteri yang dinilai belum memuaskan. Dua bidang yang paling banyak disoroti publik untuk segera dibenahi ialah ekonomi dan hukum. Sebanyak 30,8 persen responden menilai sektor ekonomi perlu menjadi prioritas, sedangkan 22 persen menyoroti bidang hukum.
"Ada faktor kinerja menteri kurang memuaskan. Tergambar adanya kegagalan kabinet dalam menerjemahkan serta mengimplementasikan program visi-misi Presiden," ujar Hanta.
Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.(Pon)
Baca juga:
Poltracking Indonesia Ungkap Kepuasan ke Prabowo-Gibran Turun, Bidang Ekonomi Paling Tak Memuaskan