Setelah Dibuang, Masker Punya Potensi Menyebarkan Virus

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2020
Setelah Dibuang, Masker Punya Potensi Menyebarkan Virus

Ilustrasi (Foto: Unsplash/Kay Lau)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, ada beberapa macam masker yang biasa digunakan umumnya. Sebut saja masker bedah sekali pakai dan masker kain yang bisa dicuci dan dipakai kembali.

Masyarakat diminta tidak menggunakan masker bedah melainkan masker kain. Penggunaan masker bedah atau masker sekali pakai bisa membantu menyebarkan virus jika tidak bisa diolah dengan baik.

Baca juga:

Nike Menciptakan Alat Pelindung Muka dari Bahan-Bahan Sneaker

Contohnya adalah tempat pembuangan masker bedah khusus yang harus disiapkan oleh penggunanya, sebab pengguna masker bedah harus membuang usai digunakan.

"Setelah dibuang masker punya potensi menyebarkan virus untuk itu harus ada tempat sampah yang khusus," tutur Wiku dalam keteranganya, Selasa (28/7).

Hal itu disampaikan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana seharusnya mengolah dan mempergunakan masker agar tidak disalahgunakan.

Masker medis, terutama yang sekali pakai, seharusnya diolah dengan cara yang benar dan biasanya dipakai di fasilitas kesehatan. Setelah dibuang, masker tersebut mempunyai potensi untuk menyebarkan dan virus dari pengguna.

2
Para ahli memberi alasan untuk tidak menarik masker ke dagu. (Foto: mirror)

Untuk itu, harus ada fasilitas tempat sampah yang khusus untuk membuang masker bedah atau medis. Dianjurkan kepada masyarakat dapat menggunakan masker kain saja.

Pemerintah juga mengumumkan data mingguan terkait penularan virus Corona di Indonesia. Salah satu data yang dipaparkan adalah angka kematian kumulatif terbanyak di 5 provinsi.

"Kami ingin menyampaikan tentang grafik kasus meninggal mingguan, dan di sini terlihat bahwa jumlah kematian kumulatif terbanyak dikontribusikan oleh yang pertama, Jawa Timur sejumlah 1.589; kedua, DKI Jakarta 759; ketiga, Jawa Tengah 564; keempat, Sulawesi Selatan 302; kelima, adalah Kalimantan Selatan sebanyak 271," kata Wiku.

Data sepekan ini dirangkum berdasarkan data 19-26 Juli 2020. Wiku menyebut kenaikan kasus meninggal minggu ini terbanyak dibanding seminggu sebelumnya. Total kematian di minggu sebelumnya sebanyak 494 kasus.

"Di sini terlihat pada minggu terakhir jumlah yang meninggal totalnya adalah 618 dan meningkat cukup drastis dari minggu sebelumnya sebesar 494," ujarnya.

Baca juga:

Biar Makin Aman dari COVID-19, Begini Cara Pakai Masker Bedah

Wiku meminta semua pihak agar turut berupaya keras untuk menekan jumlah kematian. Dia meminta semua elemen masyarakat bekerja sama mencegah penularan corona.

"Kembali lagi kita semua perlu berusaha keras agar dapat menekan angka kematian ini, harapannya semoga pada minggu ini jumlah kematian bisa menurun, untuk itu marilah kita kerja sama terutama di fasilitas kesehatan, para tenaga kesehatan dan anggota masyarakat untuk betul betul memperhatikan kondisi yang ada sementara ini," ujarnya. (Knu)

#Masker #Masker Aneh #Masker Unik #Masker Nanas #Masker Smoothie #COVID-19 #Kasus Covid #Kalung Covid #Test Covid 19 #Anggaran COVID #Vaksin Covid-19 #Satgas COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat yang membutuhkan masker untuk melindungi kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
DPR Minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Penggelembungan Harga Masker di Tengah Bencana
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengancam kelompok rentan. Pramono Anung meminta pedagang tak memainkan harga masker.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengancam Kelompok Rentan, Pramono Minta Harga Masker Tak Dipermainkan
Indonesia
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Harga masker mengalami kenaikan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Masyarakat pun mulai mengeluhkan sulitnya mendapat masker.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
Harga Masker N95 Naik di Tengah Paparan Abu Vulkanik, Tembus Rp 25 Ribu per Lembar
Berita Foto
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Petugas Satpol PP memberikan masker gratis kepada pejalan kaki saat beraktivitas di trotoar kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026)
Didik Setiawan - Senin, 07 September 2026
Satpol PP Bagikan Masker Gratis bagi Pejalan Kaki Cegah Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Indonesia
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
. Di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, misalnya, ISPU sempat mencapai angka 1.919 pada 2 September 2026 atau masuk kategori berbahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Asap Karhutla Mengepul, ini nih Pilihan Masker yang Direkomendasikan untuk Melindungi Pernapasan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Bagikan