Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Sains

Sering Terjadi Gunung Meletus di Venus

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 16 Maret 2023
Sering Terjadi Gunung Meletus di Venus

Keadaan di venus tidak kondusif untuk makhluk hidup. (Foto: Unsplash/Nasa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEADAAN planet yang disebut-sebut Bintang Kejora karena tingkat keterangannya bak bintang di langit kelam ini ternyata tak seindah rupanya. Venus yang dianggap sebagai kembaran Bumi ini ternyata sama-sama memiliki gunung berapi aktif.

Robert Herrick dari Institut Geofisika University of Alaska Fairbanks menemukan bukti bahwa planet Venus ternyata kerap dilanda aktitivas vulkanik atau gunung meletus. "Kami sekarang dapat mengatakan bahwa Venus saat ini aktif secara vulkanik dalam arti bahwa setidaknya ada beberapa letusan per tahun," katanya seperti dilansir dari Science Daily.

Baca Juga:

Oksigen dapat Diproduksi di Planet Mars

Gunung Maat Mons berkembang menjadi bentuk tidak beraturan yang melebar kurang lebih menjadi 1,5 mil persegi. (Foto: NASA)

Ternyata hanya dibutuhkan waktu delapan bulan untuk lubang gunung membesar, dari yang tadinya hanya sebesar 1 mil persegi menjadi lebih lebar sebesar 1,5 mil. Biasanya perubahan skala yang signifikan seperti itu jika di Bumi dikaitkan dengan aktivitas vulkanik, baik melalui erupsi pada lubang atau pergerakan magma di bawah lubang. Hal itu menyebabkan runtuhnya dinding lubang dan menyebabkan lubang lebih lebar.

Herrick membandingkan gambar Magellan dari pertengahan Februari 1991 dengan gambar pertengahan Oktober 1991 dan melihat perubahan lubang di sisi utara gunung berapi Maat Mons.

Baca Juga:

Fakta Menarik Tentang Planet Mars

Untuk kamu yang belum tahu, Magellan adalah pesawat luar angkasa yang diluncurkan pada 4 Mei 1989 dan digunakan untuk memetakan permukaan Venus dengan menggunakan radar apertur sintetik serta mengukur medan gravitasi planet. Melalui Magellan ini, Herrick melihat lubang gunung Maat Mons berkembang menjadi bentuk tidak beraturan yang melebar kurang lebih menjadi 1,5 mil persegi dan menunjukkan adanya aktivitas vulkanik.

Pada dasarnya, gunung berapi di Venus bentuknya lebih melebar dibandingkan gunung di Bumi yang menjulang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingkat kemiringan gunung di Venus yang lebih rendah.

"Ozza (gunung berapi lain) dan Maat Mons memiliki volume yang sebanding dengan gunung berapi terbesar di Bumi, tetapi memiliki kemiringan yang lebih rendah, sehingga lebih tersebar," kata Herrick.

Akan hal ini, dinding lubang gunung jadi cenderung lebih pendek, mungkin tingginya hanya beberapa ratus kaki, menjadikan lubang hampir terisi penuh hingga tepinya. Para peneliti berspekulasi bahwa danau lava juga terbentuk di lubang selama delapan bulan ini.
Sudah memiliki suhu yang panas, ditambah aktivitas gunung berapi yang aktif pula. Masih mau pindah planet? (kmp)

Baca Juga:

Planet Mana yang Paling Ingin Dikunjungi Manusia?




#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Bagikan