KEADAAN planet yang disebut-sebut Bintang Kejora karena tingkat keterangannya bak bintang di langit kelam ini ternyata tak seindah rupanya. Venus yang dianggap sebagai kembaran Bumi ini ternyata sama-sama memiliki gunung berapi aktif.
Robert Herrick dari Institut Geofisika University of Alaska Fairbanks menemukan bukti bahwa planet Venus ternyata kerap dilanda aktitivas vulkanik atau gunung meletus. "Kami sekarang dapat mengatakan bahwa Venus saat ini aktif secara vulkanik dalam arti bahwa setidaknya ada beberapa letusan per tahun," katanya seperti dilansir dari Science Daily.
Baca Juga:
Ternyata hanya dibutuhkan waktu delapan bulan untuk lubang gunung membesar, dari yang tadinya hanya sebesar 1 mil persegi menjadi lebih lebar sebesar 1,5 mil. Biasanya perubahan skala yang signifikan seperti itu jika di Bumi dikaitkan dengan aktivitas vulkanik, baik melalui erupsi pada lubang atau pergerakan magma di bawah lubang. Hal itu menyebabkan runtuhnya dinding lubang dan menyebabkan lubang lebih lebar.
Herrick membandingkan gambar Magellan dari pertengahan Februari 1991 dengan gambar pertengahan Oktober 1991 dan melihat perubahan lubang di sisi utara gunung berapi Maat Mons.
Baca Juga:
Untuk kamu yang belum tahu, Magellan adalah pesawat luar angkasa yang diluncurkan pada 4 Mei 1989 dan digunakan untuk memetakan permukaan Venus dengan menggunakan radar apertur sintetik serta mengukur medan gravitasi planet. Melalui Magellan ini, Herrick melihat lubang gunung Maat Mons berkembang menjadi bentuk tidak beraturan yang melebar kurang lebih menjadi 1,5 mil persegi dan menunjukkan adanya aktivitas vulkanik.
Pada dasarnya, gunung berapi di Venus bentuknya lebih melebar dibandingkan gunung di Bumi yang menjulang tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingkat kemiringan gunung di Venus yang lebih rendah.
"Ozza (gunung berapi lain) dan Maat Mons memiliki volume yang sebanding dengan gunung berapi terbesar di Bumi, tetapi memiliki kemiringan yang lebih rendah, sehingga lebih tersebar," kata Herrick.
Akan hal ini, dinding lubang gunung jadi cenderung lebih pendek, mungkin tingginya hanya beberapa ratus kaki, menjadikan lubang hampir terisi penuh hingga tepinya. Para peneliti berspekulasi bahwa danau lava juga terbentuk di lubang selama delapan bulan ini.
Sudah memiliki suhu yang panas, ditambah aktivitas gunung berapi yang aktif pula. Masih mau pindah planet? (kmp)
Baca Juga:

