Kesehatan

Sering 'Salah Bantal'? Begini Cara Mengatasinya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 07 Februari 2020
Sering 'Salah Bantal'? Begini Cara Mengatasinya

Mengatasi 'salah bantal' mudah (Foto: Pixabay/73496)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERNAH mengalami sakit leher ketika baru bangun tidur? Duh rasanya enggak enak banget deh! Mau kemana-mana tidak nyaman. Gerak sedikit sakit. Masalah sakit leher ini populer dengan sebutan 'salah bantal'.

Sesuai namanya, sakit leher disebabkan oleh posisi kepala dan leher yang salah selama tidur. Sayangnya, kita jarang menyadarinya karena terlanjur terlelap dan mimpi indah.

Baca juga:

Cara Tepat Mengatasi Leher Kaku

Melansir Hulltex LLC, posisi tidur yang salah bisa menyebabkan kepala memberikan tekanan pada leher. Menggunakan bantal dalam posisi terlalu tinggi juga berpotensi membuatmu mengalami 'salah bantal'. Akibatnya otot leher bisa robek atau bengkak. Itu lah sebabnya kamu akan merasa sakit sampai tidak bisa menengok ke kiri atau kanan seperti biasa.

Simak trik mudah mengatasi 'salah bantal' berikut ini:

1. Pijat

Pijatan lembut mengatasi leher tegang (Foto: Pixabay/HeikeFronhhoff)

Leher yang tegang bisa diatasi dengan pijatan lembut. Menggunakan minyak hangat, pijat leher secara perlahan ke arah yang sama dari atas ke bawah. Otot pun akan rileks dan peredaran darah semakin lancar.

2. Kompres

Kompres hangat membuat otot rileks (Foto: Pixabay/Nawalescap)

Kompres juga membuat otot rileks. Pada dua hari pertama gunakan es batu. Setelah itu, untuk tahap penyembuhan akhir, gunakan balutan handuk hangat. Cara ini bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan.

Baca juga:

Leher Kaku bukan hanya Salah Bantal

3. Gerak Rutin

Tetap gerakan leher walau sakit (Foto: Pixabay/LUM3N)

Meskipun sakit, kamu tidak boleh diam saja. Usahakan untuk mencoba menggerakan leher secara perlahan ke kiri dan ke kanan. Memang akan terasa sakit di awal-awal. Tapi, otot yang bengkak harus selalu dilatih.

4. Ubah Posisi Bantal

Jangan tidur dengan posisi bantal terlalu tinggi (Foto: Pixabay/congerdesign)

'Salah bantal' biasanya terjadi karena posisi bantal yang terlalu tinggi. Pada posisi ini, kepala akan memberikan tekanan pada leher dan menyebabkan pembengkakan otot atau saraf kejepit. Ubah lah posisi bantal agar sejajar dengan pundak.

Sahabat Merah Putih, jangan salah bantal lagi ya saat tidur. (mar)

Baca juga:

Sakit Kepala ada Banyak Jenisnya, Pernah Mengalami yang Mana?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Bagikan